Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Holistik dalam Islam: Integrasi Intelektual, Spiritual, dan Moral Harun Sutara; Ali Maulida
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 4 (2026): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan modern menghadapi tantangan dalam membentuk manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kekuatan moral, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan yang bersifat holistik dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan holistik dalam Islam serta mengkaji integrasi pengembangan intelektual, spiritual, dan moral dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan holistik dalam Islam berlandaskan pada integrasi ‘aql (intelektual), qalb (spiritual), dan akhlak (moral) yang tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan kepribadian manusia. Konsep ini memiliki dasar teologis yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis, serta diperkuat oleh pemikiran ulama klasik dan kontemporer. Namun, dalam praktik pendidikan modern masih ditemukan kesenjangan antara konsep ideal dan implementasi yang cenderung menekankan aspek kognitif semata, sehingga memunculkan krisis moral dan spiritual. Oleh karena itu, pendidikan holistik Islam menawarkan solusi melalui integrasi kurikulum, keteladanan guru, dan pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam proses pendidikan. Kesimpulannya, pendidikan holistik dalam perspektif Islam merupakan paradigma pendidikan yang relevan dan strategis dalam membentuk manusia seutuhnya (insan kamil) yang seimbang antara intelektual, spiritual, dan moral.
Relevansi Konsep Adab Ibn Jama’ah dalam Mengatasi Krisis Etika Pendidikan Era Digital Ghofar Ismail; Harun Sutara; Ali Maulida
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.1045

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan telah menghadirkan perubahan besar dalam proses pembelajaran, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan etika, seperti menurunnya penghormatan terhadap guru, lemahnya integritas akademik, serta pergeseran orientasi pendidikan dari pembentukan karakter menuju pencapaian kompetensi semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep adab dalam pemikiran Ibn Jama‘ah serta mengkaji relevansinya sebagai kerangka etika pendidikan dalam menghadapi tantangan pendidikan era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Tadzkirat al-Sāmi‘ wa al-Mutakallim fī Adab al-‘Ālim wa al-Muta‘allim karya Ibn Jama‘ah, sedangkan sumber sekunder berasal dari literatur ilmiah terkait pendidikan Islam, etika pendidikan, pendidikan karakter, dan transformasi pendidikan digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan identifikasi konsep, kategorisasi tema, interpretasi makna, dan kontekstualisasi pemikiran Ibn Jama‘ah terhadap persoalan pendidikan kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsep adab Ibn Jama‘ah tidak hanya menempatkan pendidikan sebagai proses transfer ilmu, tetapi sebagai proses pembentukan manusia melalui integrasi ilmu, akhlak, keteladanan pendidik, dan tanggung jawab moral peserta didik. Konsep tersebut memiliki relevansi dalam menghadapi krisis etika pendidikan era digital, terutama melalui penguatan karakter peserta didik, profesionalisme moral pendidik, serta pembangunan hubungan edukatif yang berlandaskan penghormatan dan tanggung jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap kajian pendidikan Islam kontemporer dengan menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan klasik dapat dikontekstualisasikan sebagai kerangka etika dalam menghadapi perubahan pendidikan berbasis teknologi. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan kajian ini melalui pendekatan empiris untuk menguji implementasi konsep adab Ibn Jama‘ah dalam praktik pendidikan digital.