Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

13 Wasiat Abah Guru Sekumpul: Implementasi Konseling Sufistik Dalam Ketahanan Keluarga di Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Muhammad Ilham Ramadhan; Ahmad Sarbini; Dadang Ahmad Fajar
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4377

Abstract

Tingginya angka perceraian di Kabupaten Banjar, yang sebagian besar dipicu oleh perselisihan dan komunikasi yang buruk, menuntut adanya pendekatan konseling yang lebih mendalam dan berbasis nilai spiritual. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi konseling sufistik berbasis 13 Wasiat Abah Guru Sekumpul yang dilakukan oleh para ulama di Kabupaten Banjar melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama mengintegrasikan trilogi keilmuan (Tauhid, Fiqih, dan Tasawuf) dengan nilai-nilai dalam 13 Wasiat tersebut, seperti berbaik sangka, manis muka, dan memaafkan, sebagai instrumen aktif untuk meredam konflik keluarga. Pendekatan yang digunakan meliputi internalisasi sifat "Tugul" (ketekunan) dan sabar, penggunaan komunikasi adaptif dua arah, serta restrukturisasi kognitif berbasis kemaslahatan keluarga dan proses takhalli (pembersihan diri). Sosok Abah Guru Sekumpul diposisikan sebagai model ideal yang menyelaraskan aspek lahiriah dan batiniah bagi para jemaah. Kesimpulannya, konseling sufistik ini efektif dalam meningkatkan ketahanan keluarga dengan menjadikan spiritualitas sebagai fondasi utama untuk mencapai
STRATEGI DAKWAH USTADZ ABI AZKAKIA MELALUI PLATFORM ROBLOX DI ERA DIGITAL Muhamad Iqbal; Dzulfikar Adirais; Ahmad Sarbini; Asep Iwan Setiawan
AN-NASHIHA Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober : Jurnal AN-Nashiha Journal of Broadcasting and Islamic Communcation St
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/an-nashiha.v5i2.2408

Abstract

This research examines the paradigm shift of da’wah (Islamic propagation) into immersive cultural platforms like Roblox, the digital habitat for Generations Z and Alpha. This phenomenon is termed da’wah gamification, requiring strategic adaptation to disseminate religious messages effectively. The main objective is to analyze the architecture of Ustad Abi Azkakia’s da’wah strategy on the Roblox metaverse platform, utilizing the framework of Muhammad Abu Al-Fatah Al-Bayanuni’s Da’wah Strategy Theory. The study employs a qualitative approach with an instrumental case study design, leveraging virtual ethnography and digital document analysis. The findings indicate that the da’wah strategy is fundamentally dominated by the Al-Manhaj Al-Hissi (Sensory Approach), transforming the verbal sermon into an active, lived experience for the audience (ritual simulations/virtual communal assemblies). The Al-Manhaj Al-Athifi (Sentimental Approach) serves to build communal affection. However, the Al-Manhaj Al-Aqli (Rational Approach) is significantly reduced and reconfigured into quick, lightweight content to suit the platform’s "attention economy," risking a mechanistic understanding. The conclusion is that while this innovation successfully achieves massive audience reach , its success is achieved by subordinating the sacred and pedagogical logic to the platform's profane and commercial logic, thereby compromising intellectual depth.