Amoga Lelo Octaviano
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Foto Keluarga Dalam Fotografi Outdoor Di Artglory Bali Anastasia Anggita Surbakti; Amoga Lelo Octaviano; Farhan Adityasmara
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5153

Abstract

Foto keluarga merupakan media untuk menyimpan memori bagi sebuah keluarga. Arsipan foto keluarga memiliki sejarah tentang peristiwa, pertumbuhan hingga perubahan suatu keluarga. Foto-foto ini menggambarkan emosi, melalui elemen-elemen pendukung seperti ekspresi, waktu dan latar tempat. Dengan menggunakan latar tempat berbasis outdoor, menjadi Langkah yang tepat untuk menyampaikan pesan visual dari sudut pandang pribadi maupun subjek foto secara sederhana dan ringkas. Penelitian ini bertujuan untuk Meng Kaji bagaimana foto keluarga dapat dihasilkan dan dapat merepresentasikan cerita yang lebih luas dan realistis. Penciptaan ini meggunakan metode observasi, partisipasi, metode studi Pustaka melalui kajian tertulis, dan foto. Hasil dari kajian visual foto keluarga diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menciptakan sebuah foto keluarga yang memiliki rasa serta dapat membangkitkan kesan nostalgia.
Same Day Edit Photo Wedding Di Axioo Bali I Gusti Ngurah Agung Dimas Ediawan; Amoga Lelo Octaviano; I Gede Dalem Suardita
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5154

Abstract

Same Day Edit (SDE) Foto merupakan layanan fotografi yang memungkinkan pasangan pengantin melihat foto terbaik dari pernikahan mereka di hari yang sama. Fotografer dapat memilih dan mengedit foto-foto yang telah diambil selama acara, kemudian menyusun dalam bentuk slideshow untuk ditampilkan pada layar besar kepada para tamu undangan pada saat dinner. Layanan ini memberikan pengalaman emosional yang luar biasa bagi pasangan pengantin dan tamu, karena mereka dapat merasakan kembali momen indah yang baru saja terjadi. Proses Same Day Edit, Editor dituntun untuk bekerja cepat dan tepat dalam memilih foto terbaik, melakukan penyesuaian warna dan pencahayaan, serta menyusun gambar dengan estetis dan menarik. Mengerjakan SDE mempunyai tantangan seperti manajemen waktu yang ketat, mengharuskan editor untuk menyelesaikan editing dalam waktu terbatas tanpa mengorbankan kualitas. SDE Foto membawa dampak signifikan pada kepuasan klien, dengan memberikan berbagai ekspresi yang difoto tanpa disadari oleh pengantin mengundang senyum para hadirin Ketika ditampilkan pada slideshow di layar besar. SDE semakin diminati karena menampilkan kenangan visual langsung yang dirasakan oleh pengantin dan tamu. Meskipun tantangan teknis yang harus dihadapi, seperti tekanan waktu dan kebutuhan kualitas tinggi SDE tetap menjadi pilihan populer dalam industri fotografi pernikahan.
Elaborasi Makna-Makna Ritus Metatah Dalam Fotografi Ekspresi Ade Ahimsa; Amoga Lelo Octaviano; I Made Saryana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5286

Abstract

Kebudayaan Bali kaya akan tradisi dan ritus sakral yang mencerminkan nilai spiritual dan sosial dalam masyarakatnya. Salah satu ritus penting adalah Metatah atau potong gigi, yang menandai transisi dari masa kanak-kanak ke kedewasaan. Ritus ini bertujuan untuk mengikis sifat buruk manusia, dikenal sebagai Sad Ripu, dan mempersiapkan individu untuk menjalani kehidupan dewasa yang lebih bijaksana. Namun, pergeseran makna ritus ini dalam masyarakat modern, yang sering dianggap sebagai formalitas belaka, memunculkan tantangan dalam menjaga esensinya. Penelitian ini bertujuan mengelaborasi makna filosofis dan simbolis ritus Metatah melalui medium fotografi ekspresi. Dengan memanfaatkan elemen visual seperti pencahayaan, komposisi, dan fokus selektif, karya ini menghadirkan interpretasi baru terhadap proses spiritual dan emosional dalam ritus tersebut. Metode yang digunakan meliputi pengamatan langsung, studi pustaka, wawancara dengan ahli, serta kolaborasi dengan Komunitas Budaya Gurat Indonesia (KBGI). Hasil karya berupa 15 foto menyoroti berbagai dimensi dari Metatah, dari simbolisme Sad Ripu hingga nilai moral dan spiritual yang melekat. Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang budaya Bali tetapi juga membuka peluang untuk refleksi dan pelestarian tradisi melalui medium seni yang relevan dengan generasi modern.
Cipta Photobook: Fascinating of Bali Museum I Nyoman Gede Prapta Triwikrama; I Made Bayu Pramana; Amoga Lelo Octaviano
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.6421

Abstract

Museum Bali merupakan institusi penting dalam upaya penggalian, pelestarian, dan penyebarluasan informasi mengenai kebudayaan Bali. Sejak awal pendiriannya, Museum Bali mengemban misi untuk mendokumentasikan serta melindungi warisan budaya Bali melalui pengumpulan, perawatan, dan penyajian artefak budaya yang merepresentasikan nilai-nilai sejarah, tradisi, dan sistem kepercayaan masyarakat Bali. Namun, sebagai lembaga yang menyimpan koleksi bersifat statis dan terbatas pada ruang pamer, museum memerlukan media pendukung yang bersifat dinamis dan mudah diakses guna memperluas jangkauan edukatifnya kepada masyarakat. Perancangan buku foto ini bertujuan untuk menghadirkan media visual yang berfungsi sebagai perpanjangan peran Museum Bali dalam memperkenalkan kekayaan budaya Bali secara lebih komunikatif. Melalui pendekatan fotografi, buku foto ini menyajikan representasi visual koleksi, ruang, serta atmosfer Museum Bali sebagai sarana edukasi sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian budaya, khususnya di kalangan generasi muda yang cenderung lebih responsif terhadap media visual. Dengan demikian, buku foto ini diharapkan dapat menjadi alternatif media dokumentasi dan pembelajaran yang mendukung fungsi Museum Bali sebagai pusat pelestarian dan pewarisan nilai-nilai budaya Bali.
Visualisasi Tradisi Biukukung di Bali Melalui Fotografi Konseptual I Komang Dimas Putra Winangun; Amoga Lelo Octaviano; I Nengah Wirakesuma
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 2 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i2.6571

Abstract

Visualisasi tradisi Biukukung, sebuah ritual agraris masyarakat Hindu Bali sebagai ungkapan syukur atas kesuburan padi, melalui pendekatan fotografi konseptual. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian tradisi lokal di tengah tantangan modernisasi dan alih fungsi lahan pertanian yang masif di Bali. Dengan menggunakan metode studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan praktisi tradisi di Desa Baha, Mengwi, karya ini bertujuan untuk menginterpretasikan nilai-nilai spiritual dan simbolis Biukukung menjadi wacana visual yang sarat makna. Proses penciptaan karya ini memanfaatkan teknik dasar fotografi yang dikombinasikan dengan teknik pencahayaan buatan untuk menciptakan karya yang dramatis. Rangkaian 15 karya fotografi konseptual dihasilkan dengan melibatkan subjek lintas generasi untuk menyampaikan pesan pentingnya pewarisan identitas budaya kepada generasi muda. Hasil akhirnya menunjukkan bahwa fotografi konseptual tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi visual dan jembatan antara tradisi leluhur dengan ekspresi seni kontemporer di masa kini.