I Made Saryana
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Etnofotografi Motif Tenun A’kai manfafa’ dan Panbuat Di Desa Nekmese, Amarasi Selatan, Kupang, Nusa Tenggara Timur Anselans Petervi Bani; I Made Saryana; Ida Bagus Candra Yana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendokumentasikan identitas lokal masyarakat Desa Nekmese melalui pendekatan etnofotografi, dengan fokus pada motif-motif tenunan tradisional A’kai Manfafa’ dan Panbuat. Tenun A’kai Manfafa dan Panbuat merupakan dua jenis motif yang memiliki makna budaya yang dalam, yang merepresentasikan nilai-nilai sosial, sejarah, dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat setempat. Dalam penelitian ini, etnofotografi digunakan sebagai metode untuk menangkap dan menginterpretasikan nilai-nilai tersebut melalui gambar dan foto, dengan menekankan pentingnya visualisasi dalam memahami fenomena sosial dan budaya yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi foto terhadap proses pembuatan dan pemakaian tenunan A’kai Manfafa’ dan Panbuat. Analisis dilakukan dengan mengkaji makna simbolis dari motif-motif tersebut serta kaitannya dengan identitas budaya masyarakat desa Nekmese. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana makna dari motif-motif tersebut agar masyarakat dapat memahami dan tidak disalahgunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenunan A’kai Manfafa’ dan Panbuat tidak hanya berfungsi sebagai produk kerajinan tangan, tetapi juga sebagai media ekspresi budaya yang menggambarkan hubungan manusia dengan alam serta struktur sosial dalam masyarakat Desa Nekmese. Melalui etnofotografi, terlihat jelas bagaimana motif tenunan ini berperan penting dalam mempertahankan tradisi, sekaligus menjadi simbol identitas yang membedakan masyarakat Nekmese dari komunitas lain. Identitas lokal yang terwujud dalam tenunan ini tidak hanya berakar pada masa lalu, tetapi juga berkembang seiring dengan dinamika kehidupan masyarakat yang terus berubah.
Edit Foto Prewedding Menggunakan AI Di Gungde Photo I Gede Nanda Kumara Jaya; I Made Saryana; Anis Raharjo
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5267

Abstract

Teknik editing foto prewedding menggunakan kecerdasan buatan (AI) di Gungde Photo adalah ide dari projek independen penulis. Kelebihan menggunakan AI adalah untuk mempermudah editing foto seperti menambah objek dan menghapus objek di suatu foto. Generatif Fil, atau lebih dikenal dengan istilah generative fill dalam konteks teknologi dan seni, merujuk pada konsep pembuatan konten atau karya yang dihasilkan melalui algoritma atau model berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bersifat generatif. Pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah proses pengeditan digital. Penelitian ini membahas perangkat lunak yang menggunakan AI Generative Fill untuk mengedit foto dan gambar. Perangkat lunak tersebut meliputi Adobe Photoshop, Skylum Luminar, Corel PaintShop Pro, dan GIMP. Dengan menganalisis fitur dan kemampuan masing-masing perangkat lunak, penelitian ini memberikan wawasan tentang pemanfaatan AI dalam pengeditan digital dan untuk meningkatkan estetika visual foto prewedding.
Elaborasi Makna-Makna Ritus Metatah Dalam Fotografi Ekspresi Ade Ahimsa; Amoga Lelo Octaviano; I Made Saryana
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 2 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i2.5286

Abstract

Kebudayaan Bali kaya akan tradisi dan ritus sakral yang mencerminkan nilai spiritual dan sosial dalam masyarakatnya. Salah satu ritus penting adalah Metatah atau potong gigi, yang menandai transisi dari masa kanak-kanak ke kedewasaan. Ritus ini bertujuan untuk mengikis sifat buruk manusia, dikenal sebagai Sad Ripu, dan mempersiapkan individu untuk menjalani kehidupan dewasa yang lebih bijaksana. Namun, pergeseran makna ritus ini dalam masyarakat modern, yang sering dianggap sebagai formalitas belaka, memunculkan tantangan dalam menjaga esensinya. Penelitian ini bertujuan mengelaborasi makna filosofis dan simbolis ritus Metatah melalui medium fotografi ekspresi. Dengan memanfaatkan elemen visual seperti pencahayaan, komposisi, dan fokus selektif, karya ini menghadirkan interpretasi baru terhadap proses spiritual dan emosional dalam ritus tersebut. Metode yang digunakan meliputi pengamatan langsung, studi pustaka, wawancara dengan ahli, serta kolaborasi dengan Komunitas Budaya Gurat Indonesia (KBGI). Hasil karya berupa 15 foto menyoroti berbagai dimensi dari Metatah, dari simbolisme Sad Ripu hingga nilai moral dan spiritual yang melekat. Penelitian ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang budaya Bali tetapi juga membuka peluang untuk refleksi dan pelestarian tradisi melalui medium seni yang relevan dengan generasi modern.
Penggunaan Teknik Strobo Dalam Pemotretan Gerakan Tari Hanoman I Nyoman Sudarmika; I Made Saryana; Ida Bagus Candra Yana
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.5919

Abstract

Perkembangan fotografi tidak lagi terbatas pada dokumentasi, melainkan juga menjadi sarana ekspresi artistik yang menggabungkan unsur teknis dan budaya. Dalam skripsi ini, penulis mengangkat Hanoman, tokoh ikonik dalam epos Ramayana, sebagai objek eksplorasi visual melalui teknik Strobo. Hanoman yang dikenal dengan karakter dinamis, lincah, dan penuh energi dianggap sangat cocok divisualisasikan menggunakan teknik pencahayaan kilat berulang (Strobo) untuk membekukan gerak sekaligus menciptakan efek visual berlapis yang dramatis. Penciptaan ini bertujuan untuk menambah ilmu dan meningkatkan keterampilan mengenai penggunaan teknik Strobo dalam gerak tari Hanoman. Penciptaan ini bermanfaat untuk mahasiswa dapat lebih mengeksplorasi berbagai macam teknik-teknik fotografi dan menuangkan dalam sebuah karya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan beberapa teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Proses penciptaan dilakukan di studio dengan penari Hanoman sebagai subjek, memanfaatkan kamera Sony A7III, flash Godox, dan pengaturan manual untuk menangkap gerak. Menggabungkan teknik Strobo dengan representasi tari Hanoman akan menciptakan efek visual yang unik dan memukau, menampilkan jejak-jejak gerakan yang tumpang tindih dalam satu bingkai. Hasilnya tidak hanya menekankan kelincahan dan kekuatan Hanoman, tetapi juga memperkuat kesan magis dan heroik dari tokoh tersebut. Dengan pendekatan ini, pencipta tidak hanya mendokumentasikan gerakan tari, tetapi juga mengekspresikan nilai-nilai budaya dalam format visual modern dan artistik.
Perancangan Photobook Eksperimental Sebagai Media Promosi Eksklusif: Melalui Fotografi Fashion Di Kojay Photo Triana Nadya Vega Vega; I Made Saryana; Farhan Adityasmara
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 2 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i2.6684

Abstract

Perancangan photobook eksperimental sebagai media promosi eksklusif dilatarbelakangi oleh kebutuhan industri fotografi fashion akan media presentasi karya yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu membangun citra dan nilai eksklusivitas sebuah brand. Photobook eksperimental dipilih sebagai medium karena mampu mengakomodasi eksplorasi visual, material, dan narasi secara lebih konseptual dibandingkan photobook konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah photobook eksperimental yang berfungsi sebagai media promosi eksklusif melalui fotografi fashion di Kojay Photo. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Proses penciptaan karya didukung oleh pengumpulan data melalui observasi, wawancara informal, dokumentasi, serta studi kepustakaan yang relevan dengan fotografi fashion, estetika fotografi, eksperimen visual, dan perancangan photobook. Hasil perancangan menunjukkan bahwa photobook eksperimental mampu menghadirkan pengalaman visual dan taktil yang berbeda melalui eksplorasi material cetak, teknik layering, kolase, serta intervensi manual. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat nilai estetis karya fotografi fashion, tetapi juga meningkatkan nilai eksklusivitas photobook sebagai media promosi yang bersifat personal dan sulit direplikasi secara massal.
Ciri Khas Kopi Arabika Pelaga dalam Foto Story I Wayan Sukerta; I Made Saryana; I Made Adi Dharmawan
Retina Jurnal Fotografi Vol 6 No 1 (2026): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v6i1.6689

Abstract

Kopi Arabika Pelaga merupakan salah satu komoditas unggulan Bali yang memiliki keunikan dari segi cita rasa, sistem budidaya, serta keterkaitannya dengan kondisi alam dan budaya masyarakat setempat. Namun, pemahaman terhadap proses dan nilai yang terkandung di balik produksi kopi Arabika Pelaga masih terbatas, terutama di kalangan generasi muda yang cenderung memandang kopi hanya sebagai produk konsumsi. Penciptaan karya ini bertujuan untuk mengangkat dan memvisualisasikan ciri khas Kopi Arabika Pelaga melalui pendekatan fotografi story sebagai bentuk komunikasi visual dan media interpretasi budaya lokal. Metode penciptaan yang diterapkan meliputi observasi lapangan, studi kepustakaan, wawancara dengan petani dan penggiat kopi, serta dokumentasi sebagai pendukung data visual. Pendekatan fotografi story digunakan untuk menghadirkan visual yang faktual dan autentik, dengan penerapan teori EDFAT dan estetika fotografi guna memperkuat penyusunan narasi visual. Hasil penciptaan berupa rangkaian karya fotografi story yang merepresentasikan proses kopi Arabika Pelaga, mulai dari kondisi lingkungan, aktivitas petani, proses panen dan pengolahan, hingga penyajian kopi sebagai produk akhir. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi visual, tetapi juga sebagai sarana penyampaian nilai budaya, identitas lokal, serta hubungan antara manusia dan alam yang membentuk karakter kopi Arabika Pelaga.