Safira Nurmalinda Rahmadita
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesenjangan Digital dan Pemanfaatan AI Sebagai Tantangan Pendidikan Bagi Generasi Milenial di Era Society 5.0 Laily Yunita Susanti; Safira Nurmalinda Rahmadita; Frista Nova Ayuningtyas
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesenjangan digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama. Fokus penelitian diarahkan ada dua sekolah dengan karakteristik berbeda di Kabupaten Jember yaitu SMP Al-Furqan dan MTs Hasanuddin untuk menegaskan relevansi tematik terkait ketimpangan akses, fasilitas, dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Al-Furqan memiliki infrastruktur digital yang lebih unggul, seperti koneksi internet stabil, perangkat yang memadai, serta sistem administrasi berbasis teknologi. Namun, pemanfaatan AI belum optimal karena minimnya pelatihan dan rendahnya pemahaman konseptual guru mengenai AI. Sebaliknya, MTs Hasanuddin menghadapi kendala serius berupa keterbatasan perangkat, akses internet yang tidak stabil, serta belum adanya kebijakan internal yang mendukung inovasi digital. Guru pada kedua sekolah umumnya belum memperoleh pelatihan khusus terkait implementasi AI, sehingga pemanfaatannya dalam pembelajaran masih berada pada tahap sangat dasar. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap teknologi, tetapi terbatas oleh minimnya fasilitas pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa kesenjangan digital bukan sekadar persoalan ketersediaan perangkat dan jaringan, tetapi juga keterkaitan antara literasi digital, kesiapan guru, serta dukungan kebijakan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan untuk memperkuat pemerataan akses, meningkatkan kapasitas pendidik, dan mendorong integrasi teknologi khususnya AI secara lebih inklusif dan berkeadilan di lingkungan pendidikan.
The Potential of Local Culture as a Science-Based Educational Media: a Sustainable Solution for Waste Management to Achieve The SDGs Rafiatul Hasanah; Frista Nova Ayuningtyas; Safira Nurmalinda Rahmadita
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 7 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v7i1.261

Abstract

The global waste crisis necessitates educational innovations to foster ecological awareness and support Sustainable Development Goal (SDG) 12 on responsible consumption and production. This study investigates the potential of the Jember Fashion Carnaval (JFC) as a science-based educational medium for environmental pollution and waste management. Using a qualitative case study design, data were collected via interviews, observation, documentation, and content analysis, with validity ensured through source and methodological triangulation. Findings reveal that the JFC consistently applies 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle) by utilizing approximately 40% inorganic waste—such as plastics and cardboard—in costume production. Furthermore, the festival creatively highlights local culture, promoting it through digital media and international collaborations. Ultimately, this practice demonstrates the JFC's tangible contribution to sustainable development, proving it can effectively serve as science-based community education through a practical ‘learning by doing’ approach.