Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Modul Fotosintesis Berbasis IPA Terpadu untuk Melatih Keterampilan Proses Sains pada Mahasiswa Tadris IPA UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Rafiatul Hasanah; Laily Yunita Susanti; Dinar Maftukh Fajar
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i1.2584

Abstract

Pembelajaran IPA pada tingkat SMP/ MTs seharusnya diajarkan secara integratif terpadu agar dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas pembelajaran, minat, dan motivasi peserta didik, serta beberapa kompetensi dapat dicapai sekaligus. Selain itu, pembelajaran IPA juga harus diajarkan berdasarkan hakikat sains (produk, proses dan nilai). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul IPA Terpadu yang melatih keterampilan proses sains pada materi fotosintesis yang valid dan efektif. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D) menggunakan model dari Borg & Gall yang dimodifikasi, dengan menghasilkan produk berupa modul. Pengembangan modul ini divalidasi oleh ahli materi dan ahli desain, kemudian dilakukan uji coba awal terbatas pada 6 orang, setelah modul direvisi selanjutnya dilakukan uji coba di lapangan dengan subjek penelitian berjumlah 30 orang yang sedang menempuh mata kuliah biologi dasar, kimia dasar dan fisika dasar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah: (1) angket validasi untuk ahli materi dan ahli desain modul, (2) angket respons mahasiswa. Nilai rata-rata hasil validasi modul yang dikembangkan pada komponen kelayakan isi, komponen kelayakan bahasa, dan komponen kelayakan fisik masing-masing adalah 89,29%, 91,67%, dan 84,72%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa modul yang telah dikembangkan layak/valid. Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa nilai pada komponen penyajian fisik, penyajian konsep, dan penyajian bahasa masing-masing adalah 90%, 75,76%, dan 93,33%. Hal ini menunjukkan bahwa modul termasuk pada kriteria efektif untuk dijadikan sumber belajar mahasiswa yang berbasis IPA terpadu dalam melatih keterampilan proses sains mahasiswa.
Pengembangan LKPD Berbasis Problem-Based Learning (PBL) dalam Pengolahan Limbah Blotong Tebu pada Submateri Pencemaran Lingkungan di SMP/MTs Pingky Yogi Septiani; Laily Yunita Susanti
Jurnal Kajian Pendidikan IPA Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Kajian Pendidikan IPA
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkpi.v6i2.43808

Abstract

This study aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of Problem-Based Learning (PBL)-based Student Worksheets (LKPD) for processing sugarcane bagasse waste within the sub-topic of environmental pollution at junior high schools (SMP/MTs). This study employed the Research and Development (R&D) method using the 4D development model, which includes the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The study was conducted at MTs Hasanuddin Semboro with 26 participants. Data collection techniques included student needs analysis, interviews, validation questionnaires, practicality questionnaires, and learning outcome tests in the form of pre-tests and post-tests. The results showed that the PBL-based worksheets achieved a validity percentage of 91.625%, categorized as highly valid; a practicality percentage of 85.15%, categorized as highly practical; and an N-Gain value of 0.62, categorized as moderate. Based on these results, the PBL-based worksheets on sugarcane bagasse waste processing are deemed valid, practical, and effective, making them suitable for use in science instruction on environmental pollution in junior high schools (SMP) and Islamic junior high schools (MTs).Keywords: Teaching materials, PBL-based student worksheets, sugarcane blotong waste, environmental pollution sub-material
Kesenjangan Digital dan Pemanfaatan AI Sebagai Tantangan Pendidikan Bagi Generasi Milenial di Era Society 5.0 Laily Yunita Susanti; Safira Nurmalinda Rahmadita; Frista Nova Ayuningtyas
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesenjangan digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama. Fokus penelitian diarahkan ada dua sekolah dengan karakteristik berbeda di Kabupaten Jember yaitu SMP Al-Furqan dan MTs Hasanuddin untuk menegaskan relevansi tematik terkait ketimpangan akses, fasilitas, dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Al-Furqan memiliki infrastruktur digital yang lebih unggul, seperti koneksi internet stabil, perangkat yang memadai, serta sistem administrasi berbasis teknologi. Namun, pemanfaatan AI belum optimal karena minimnya pelatihan dan rendahnya pemahaman konseptual guru mengenai AI. Sebaliknya, MTs Hasanuddin menghadapi kendala serius berupa keterbatasan perangkat, akses internet yang tidak stabil, serta belum adanya kebijakan internal yang mendukung inovasi digital. Guru pada kedua sekolah umumnya belum memperoleh pelatihan khusus terkait implementasi AI, sehingga pemanfaatannya dalam pembelajaran masih berada pada tahap sangat dasar. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap teknologi, tetapi terbatas oleh minimnya fasilitas pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa kesenjangan digital bukan sekadar persoalan ketersediaan perangkat dan jaringan, tetapi juga keterkaitan antara literasi digital, kesiapan guru, serta dukungan kebijakan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan untuk memperkuat pemerataan akses, meningkatkan kapasitas pendidik, dan mendorong integrasi teknologi khususnya AI secara lebih inklusif dan berkeadilan di lingkungan pendidikan.