p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Widya Kesehatan
Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri
Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Bali Internasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinan sosiodemografi terhadap pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional pada masyarakat: Sociodemographic determinants of knowledge and behavior regarding the use of traditional medicine among the general public Ni Putu Mitha Angelia Ningsih; Ni Putu Wintariani; Putu Yudhistira Budi Setiawan; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri
Widya Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/h33adj05

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan obat tradisional tanpa pengetahuan yang memadai berisiko menimbulkan efek merugikan, sementara Organisasi Kesehatan Dunia mendorong integrasi pengobatan tradisional berbasis bukti ke dalam sistem kesehatan. Tujuan: Menganalisis hubungan faktor sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional pada masyarakat Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang melibatkan 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling di Desa Dalung dan Desa Kerobokan pada Maret sampai Mei 2023. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Responden didominasi kelompok usia 18 sampai 25 tahun dan 46 sampai 55 tahun (masing masing 22%), perempuan (61%), berpendidikan menengah (53%), pegawai swasta (37%), dan berpendapatan di bawah Rp1.500.000 (37%). Tingkat pengetahuan tergolong baik pada 53% responden dan perilaku penggunaan tergolong baik pada 55% responden. Usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan berhubungan signifikan dengan pengetahuan (p=0,000; koefisien korelasi 0,538 sampai 0,634) dan perilaku (p=0,000; koefisien korelasi 0,596 sampai 0,691), sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan keduanya (p>0,05). Simpulan: Faktor sosiodemografi, kecuali jenis kelamin, berhubungan signifikan dengan pengetahuan dan perilaku penggunaan obat tradisional, sehingga edukasi kesehatan perlu disasar berdasarkan karakteristik demografis masyarakat.
Pengetahuan dan perilaku DAGUSIBU obat pada masyarakat pedesaan Bali: Studi potong lintang: Knowledge and behavior regarding DAGUSIBU medicines among the rural population of Bali: A cross-sectional study Putu Arlin Widya Apriliani; Ni Putu Wintariani; I Gusti Ngurah Mayun; Dhiancinantyan Windydaca Brata Putri
Widya Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2026): Widya Kesehatan
Publisher : Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/36w6fz82

Abstract

Latar Belakang: Swamedikasi berkembang luas di Indonesia, termasuk Bali, namun pengelolaan obat yang keliru berisiko menimbulkan masalah kesehatan. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dirancang mendorong pengelolaan obat mandiri yang aman, namun keberhasilannya bergantung pada pengetahuan dan perilaku masyarakat yang masih beragam antarwilayah. Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku masyarakat serta hubungan karakteristik sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan mengenai DAGUSIBU obat. Metode: Desain potong lintang kuantitatif dilaksanakan pada 90 responden usia 18 sampai 60 tahun di Banjar Saraseda, Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, periode Maret sampai Mei 2023, dipilih melalui purposive sampling menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Sebagian besar responden berpengetahuan baik (46%) dan berperilaku baik (46%) terkait DAGUSIBU obat. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku (p=0,003; r=0,309). Usia, pendidikan, dan pekerjaan berhubungan signifikan dengan pengetahuan (p=0,000; r berturut-turut 0,331; 0,445; 0,301), sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan signifikan (p=0,152; r=-0,096). Simpulan: Pengetahuan berhubungan searah dengan perilaku pengelolaan obat mandiri, sementara usia, pendidikan, dan pekerjaan berperan membentuk tingkat pengetahuan masyarakat, sehingga edukasi DAGUSIBU perlu diarahkan berbasis karakteristik demografi tersebut.