zainal abidin
SMK Dinamika Insan Mandiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efisiensi Rantai Pasok Pangan di Indonesia: Tantangan dan Solusi zainal abidin
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 3 No. 1 (2025): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v3i1.1063

Abstract

Efisiensi rantai pasok pangan merupakan faktor krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional di Indonesia. Dalam konteks meningkatnya kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim, rantai pasok yang efisien menjadi kunci untuk memastikan distribusi pangan yang merata, harga yang stabil, serta peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi rantai pasok pangan di Indonesia serta mengidentifikasi tantangan dan solusi yang dapat diterapkan untuk memperbaikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif (mixed methods) dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam dengan petani, distributor, dan pelaku industri pangan, serta data sekunder dari laporan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional. Analisis dilakukan menggunakan metode Supply Chain Performance (SCP) dan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur efisiensi pada setiap tahap rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi rantai pasok pangan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti infrastruktur logistik yang terbatas, ketidakseimbangan antara produksi dan distribusi, serta rendahnya adopsi teknologi digital dalam proses manajemen rantai pasok. Namun, hasil analisis juga mengindikasikan bahwa penerapan teknologi digital (seperti IoT, blockchain, dan big data analytics) serta penguatan kemitraan antara petani, pemerintah, dan sektor swasta dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok. Kesimpulannya, transformasi digital dan kebijakan integratif lintas sektor menjadi solusi strategis untuk mewujudkan rantai pasok pangan yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing di Indonesia.
Peran Big Data Dan Analisis Statistik Dalam Transformasi Sektor Pertanian zainal abidin
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 2 No. 2 (2024): JAF: Journal of Agricultural and Farming, September 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v2i2.1069

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dalam era digital, big data dan analisis statistik memainkan peran penting dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran big data dan analisis statistik dalam mendukung pengambilan keputusan, efisiensi produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif (mixed methods), dengan pengumpulan data primer melalui survei dan wawancara kepada petani, penyuluh pertanian, serta pengambil kebijakan, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan Kementerian Pertanian, FAO, dan publikasi ilmiah terkait. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi multivariat dan analisis korelasi statistik, serta penilaian efektivitas penerapan big data melalui model Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan big data di sektor pertanian mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan lahan, prediksi cuaca, manajemen rantai pasok, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman. Selain itu, analisis statistik berperan penting dalam mengolah data pertanian besar untuk menghasilkan informasi prediktif yang mendukung kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Hambatan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan infrastruktur digital di pedesaan, rendahnya literasi data petani, dan kurangnya integrasi antar lembaga. Kesimpulannya, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam penguatan ekosistem data pertanian menjadi kunci utama dalam mewujudkan transformasi digital pertanian berbasis big data yang inklusif dan berkelanjutan.