Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Regulasi Emosi, Religiusitas, dan Perilaku Bullying di Kalangan Siswa MAN Kiki Amalia; Ema Zati Baroroh; Fitri Sukmawati; Nindya Juwita Utimadini; Nur Istiqomah
Jurnal Psikologi Perseptual Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas of Psychology, Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between bullying behavior and emotional regulation with religiosity in students of State Islamic Senior High School (MAN) in Pontianak. The research variables consist of bullying behavior (X1), emotional regulation (X2), and religiosity (Y). The study population was all students of grades X–XII with a sample of 242 students selected representatively. The instruments used were Likert scales, namely the Bullying Behavior Scale, Emotion Regulation Scale, and Religiosity Scale which have been tested for validity and reliability. Data analysis was carried out using correlation tests, multiple linear regression, and significance tests. The results showed that bullying behavior had a significant negative relationship with religiosity (r = –0.206; p < 0.05), emotional regulation had a significant positive relationship with religiosity (r = 0.266; p < 0.05), and simultaneously bullying behavior and emotional regulation had a significant effect on religiosity (F = 9.851; sig. 0.000 < 0.05) with an R² value of 0.192. The conclusion of this study is that the higher the students' emotional regulation, the higher their level of religiosity; conversely, the higher the tendency for bullying behavior, the lower the students' level of religiosity.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku bullying dan regulasi emosi dengan religiusitas pada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Pontianak. Variabel penelitian terdiri dari perilaku bullying (X1), regulasi emosi (X2), dan religiusitas (Y). Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X–XII dengan sampel sebanyak 242 siswa yang dipilih secara representatif. Instrumen yang digunakan berupa skala Likert, yaitu Skala Perilaku Bullying, Skala Regulasi Emosi, dan Skala Religiusitas yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi, regresi linear berganda, dan uji signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bullying memiliki hubungan negatif signifikan dengan religiusitas (r = –0,206; p < 0,05), regulasi emosi memiliki hubungan positif signifikan dengan religiusitas (r = 0,266; p < 0,05), serta secara simultan perilaku bullying dan regulasi emosi berpengaruh signifikan terhadap religiusitas (F = 9,851; sig. 0,000 < 0,05) engan nilai R² sebesar 0,192. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi regulasi emosi siswa, maka semakin tinggi tingkat religiusitas mereka; sebaliknya, semakin tinggi kecenderungan perilaku bullying, maka semakin rendah tingkat religiusitas siswa.
PELATIHAN GOAL SETTING “GOAL GETTER” UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Ema Zati baroroh; Kiki amalia; Mia Asri Azzahra; Santi Ramadhani Putri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.7705

Abstract

Low learning motivation is a common challenge for students, especially those with busy schedules at school and in Islamic boarding schools (pesantren). This study aims to test the effectiveness of the "Goal Getter" goal-setting training in enhancing students' learning motivation in pesantren. Using a one-group pre-test post-test pre-experimental design, the study involved seven eighth-grade students at SMPI X. Learning motivation was measured using a Learning Motivation Scale, covering indicators of drive, commitment, initiative, and optimism. The Wilcoxon Signed-Rank test showed a significant increase in learning motivation after the intervention (Z = .043, p < .05). Qualitative findings from observations and worksheets revealed increased enthusiasm, self-confidence, and active participation from the students. The training consisted of two sessions, including motivational material, dream tree visualization, goal setting using the SMART method, and reflective discussions. The interactive approach helped students set more focused and meaningful goals. The results of this study demonstrate that "Goal Getter" is effective in enhancing intrinsic motivation, particularly for students with high activity loads in pesantren, and provides practical contributions to the development of learning motivation interventions. ABSTRAK Rendahnya motivasi belajar sering menjadi tantangan bagi siswa, terutama mereka yang memiliki jadwal padat di sekolah dan pesantren. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pelatihan goal setting "Goal Getter" dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pesantren. Menggunakan desain pra-eksperimental one group pre-test post-test, penelitian ini melibatkan tujuh siswa kelas VIII SMPI X. Motivasi belajar diukur dengan Skala Motivasi Belajar yang mencakup indikator dorongan, komitmen, inisiatif, dan optimisme. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan peningkatan signifikan motivasi belajar setelah pelatihan (Z = .043, p < .05). Temuan kualitatif dari observasi dan lembar kerja mengungkapkan peningkatan antusiasme, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa. Pelatihan terdiri dari dua sesi yang mencakup materi motivasi, visualisasi pohon impian, penyusunan tujuan dengan metode SMART, dan diskusi reflektif. Pendekatan interaktif membantu siswa menetapkan tujuan yang lebih terarah dan bermakna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa "Goal Getter" efektif meningkatkan motivasi intrinsik, terutama bagi siswa dengan aktivitas tinggi di pesantren, dan memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan intervensi motivasi belajar.