p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan GSH
Retno Ambarwati
Akper Giri Satria Husada

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KOMPRES BAWANG MERAH TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK BALITA DI DESA JOHO KECAMATAN PARCIMANTORO Retno Ambarwati; Aningtyas Anggunsari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.168

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh sehubugan dengan ketidakmampuan tubuh untuk meningkatkan pengeluaran panas atau menurunkan produksi panas. Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan salah satu bahan alami yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur untuk meningkatkan cita rasa makanan, dan secara non farmakologi juga dapat digunakan sebagai obat tradisional.Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan case study research ( studi kasus ) dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil : Setelah di berikan kompres bawang merah menujukkan adanya penurunan suhu tubuh pada anak. Kesimpulan: : terapi kompres bawang merah dapat membantu menurunkan suhu tubuh pada anak. ABSTRACT Background: Hyperthermia is an increase in body temperature related to the body's inability to increase heat dissipation or decrease heat production. Shallots (Allium ascalonicum) are one of the natural ingredients commonly used as a kitchen spice to enhance the taste of food, and can also be used non-pharmacologically as a traditional medicine. Objective: To determine the effect of giving shallot compresses on decreasing children's body temperature. Method: This study uses qualitative research using a case study research approach with a nursing process approach. Results: After being given a red onion compress, it showed a decrease in body temperature in children. Conclusion: red onion compress therapy can help lower body temperature in children.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENSTRUASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MENTRUASI PADA SISWI SD NEGERI 2 GIRIMARTO Dinda Indah Lestari; Retno Ambarwati
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i1.173

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Pengetahuan tentang menstruasi sangatlah penting bagi remaja, kurangnya pengetahuan tentang Kesehatan repoduksi akan mempengaruhi pengetahuan remaja dalam menghadapi menstruasi. Sehigga banyak remaja Perempuan masih binggung saat mentruasi pertama. Tujuan : Mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan Menstruasi terhadap Tingkat Pengetahuan Menstruasi pada Siswi SD N 2 Girimarto. Metode: Jenis penelitian Kualitatif menggunakan pendekatan case study research (studi kasus). Sempel yang digunakan adalah siswi kelas IV,V,dan VI SD N 2 Girimarto. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Kuesioner. Jumlah responden sebanyak 5 siswi dengan Teknik nonprobability sampling. Hasil : Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 5 responden menunjukkan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang menstruasi selama 1x30 menit menunjukkan adanya peningkatkan Tingkat pengetahuan tentang menstruasi pada saat sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Simpulan : Hasil analisa yang dilakukan dari responden didapatkan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan mayoritas responden dapat menjawab soal post- test dengan hasil 86,5% masuk kategori baik. Dengan demikian intervensi dihentikan. ABSTRACT Background: Knowledge about menstruation is very important for adolescents, lack of knowledge about reproductive health will affect adolescent knowledge in dealing with menstruation. So that many female adolescents are still confused when they have their first menstruation. Objective: To determine the effect of Menstrual Health Education on the Level of Menstrual Knowledge in Elementary School Students 2 Girimarto. Method: The type of qualitative research uses a case study research approach. The samples used were grade IV, V, and VI students of Elementary School 2 Girimarto. Data collection was carried out using a questionnaire. The number of respondents was 5 students with a non-probability sampling technique. Results: The results of the study conducted on 5 respondents showed that after being given Health Education about menstruation for 1x30 minutes, there was an increase in the level of knowledge about menstruation before and after being given Health Education. Conclusion: The results of the analysis conducted from respondents were obtained after being given Health Education, the majority of respondents were able to answer the post-test questions with a result of 86.5% in the good category. Thus the intervention was stopped.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA SAMBONG: THE EFFECT OF MUSIC THERAPY ON ANXIETY LEVELS AMONG OLDER ADULTS WITH HYPERTENSION IN SAMBONG VILLAGE Naiyla Chairunnisa; Susana Nurtanti; Retno Ambarwati
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i2.188

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas di dunia. Seiring bertambahnya usia, perubahan fisiologis berupa penurunan elastisitas pembuluh darah meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Selain berdampak pada kondisi fisik, hipertensi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, salah satunya kecemasan. Kecemasan yang tidak segera ditangani dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis sehingga meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah serta memperburuk kondisi kesehatan lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan memiliki efek relaksasi, salah satunya adalah terapi musik. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian terapi musik terhadap tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi di Desa Sambong. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain pre– post test. Sampel penelitian berjumlah lima responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami penurunan skor kecemasan setelah diberikan terapi musik. Sebelum intervensi, tiga responden mengalami kecemasan ringan dan dua responden mengalami kecemasan sedang. Setelah pemberian terapi musik, terjadi penurunan skor HARS pada seluruh responden yang menunjukkan adanya perbaikan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Terapi musik berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan kenyamanan psikologis dan kualitas hidup lansia. Kata kunci: hipertensi, lansia, terapi musik, kecemasan, HARS ABSTRACT Background: Hypertension is one of the most common non-communicable diseases among older adults and remains a leading cause of morbidity and mortality worldwide. As individuals age, physiological changes, particularly reduced vascular elasticity, increase the risk of developing hypertension. In addition to its physical effects, hypertension may also affect psychological well-being, particularly by increasing anxiety levels. Untreated anxiety can stimulate the sympathetic nervous system, leading to increased heart rate and blood ,pressure, which may worsen the health condition of older adults. Therefore, safe, practical, and effective non-pharmacological interventions are needed to help reduce anxiety. One such intervention is music therapy, which has been shown to promote relaxation and improve psychological well-being. Objective: To determine the effect of music therapy on anxiety levels among older adults with hypertension in Sambong Village. Methods: This study employed a qualitative approach using a pre–post test design. Five participants were selected through purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Anxiety levels were assessed before and after the intervention using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The data were analyzed descriptively by comparing anxiety scores before and after the administration of music therapy. Results: The findings showed that all participants experienced a reduction in anxiety scores after receiving music therapy. Prior to the intervention, three participants had mild anxiety and two had moderate anxiety. Following the intervention, all participants demonstrated lower HARS scores, indicating an improvement in their anxiety levels. Conclusion: Music therapy has a positive effect on reducing anxiety levels among older adults with hypertension. It can be considered an effective non-pharmacological nursing intervention to improve psychological comfort and enhance the quality of life of older adults with hypertension. Keywords: hypertension, elderly, music therapy, anxiety, HARS Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas di dunia. Seiring bertambahnya usia, perubahan fisiologis berupa penurunan elastisitas pembuluh darah meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Selain berdampak pada kondisi fisik, hipertensi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis, salah satunya kecemasan. Kecemasan yang tidak segera ditangani dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis sehingga meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah serta memperburuk kondisi kesehatan lansia. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan memiliki efek relaksasi, salah satunya adalah terapi musik. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian terapi musik terhadap tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi di Desa Sambong. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain pre– post test. Sampel penelitian berjumlah lima responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah pemberian terapi musik. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan skor kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami penurunan skor kecemasan setelah diberikan terapi musik. Sebelum intervensi, tiga responden mengalami kecemasan ringan dan dua responden mengalami kecemasan sedang. Setelah pemberian terapi musik, terjadi penurunan skor HARS pada seluruh responden yang menunjukkan adanya perbaikan tingkat kecemasan. Kesimpulan: Terapi musik berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk membantu meningkatkan kenyamanan psikologis dan kualitas hidup lansia. ABSTRACT Background: Hypertension is one of the most common non-communicable diseases among older adults and remains a leading cause of morbidity and mortality worldwide. As individuals age, physiological changes, particularly reduced vascular elasticity, increase the risk of developing hypertension. In addition to its physical effects, hypertension may also affect psychological well-being, particularly by increasing anxiety levels. Untreated anxiety can stimulate the sympathetic nervous system, leading to increased heart rate and blood ,pressure, which may worsen the health condition of older adults. Therefore, safe, practical, and effective non-pharmacological interventions are needed to help reduce anxiety. One such intervention is music therapy, which has been shown to promote relaxation and improve psychological well-being. Objective: To determine the effect of music therapy on anxiety levels among older adults with hypertension in Sambong Village. Methods: This study employed a qualitative approach using a pre–post test design. Five participants were selected through purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. Anxiety levels were assessed before and after the intervention using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). The data were analyzed descriptively by comparing anxiety scores before and after the administration of music therapy. Results: The findings showed that all participants experienced a reduction in anxiety scores after receiving music therapy. Prior to the intervention, three participants had mild anxiety and two had moderate anxiety. Following the intervention, all participants demonstrated lower HARS scores, indicating an improvement in their anxiety levels. Conclusion: Music therapy has a positive effect on reducing anxiety levels among older adults with hypertension. It can be considered an effective non-pharmacological nursing intervention to improve psychological comfort and enhance the quality of life of older adults with hypertension.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ANAK USIA SEKOLAH DASAR: THE INFLUENCE OF HEALTH EDUCATION ON PREVENTING SEXUAL VIOLENCE ON THE LEVEL OF KNOWLEDG OF ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN AT SDN 1 EROMOKO Dinira Safina; Retno Ambarwati; Y Wahyunti Kristiningtyas
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 15 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56840/jkgsh.v15i2.189

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan seksual merupakan tindakan tidak terpuji, bisa melalui dengan perkataan maupun perbuatan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain sehingga terlibat perilaku seksual yang tidak diinginkan orang lain. Faktor individu yaitu segi psikologi pelaku dan kedua, faktor sosial yaitu mengacu pada segi sosial kebudayaan yang diikuti oleh masyarakat. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian pendidikan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak usia sekolah dasar. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan studi kasus ini dipilih bertujuan untuk melakukan pengukuran atau pengamatan secara bersamaan dengan pengetahuan dan sikap siswa dan siswi SDN 1 Eromoko tentang pengetahuan pencegahan kekerasan seksual. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sebelum diberikan pendidikan kesehatan anak memperoleh kriteria kurang dengan dengan nilai terendah 30% dan tertinggi 90%. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan maka tingkat pengetahuan meningkat dengan kategori kurang menjadi kategori baik dengan nilai terendah 80% dan nilai tertinggi 100%. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan sangat berpengaruh untuk tingkat pengetahuan responden anak usia sekolah dasar. ABSTRACT Background: : Sexual violence is an inappropriate act, it can be through words or actions that are done by someone to another person so that they are involved in sexual behavior that is not wanted by others. Individual factors are the psychological aspects of the perpetrator and second, social factors refer to the socio-cultural aspects followed by the community. Objective: The purpose of this study is to describe nursing care by providing health education in increasing knowledge about preventing sexual violence in elementary school children. Methods: The design of this study uses quantitative research with a case study approach. This case study approach was chosen with the aim of simultaneously measuring or observing the knowledge and attitudes of students at SDN 1 Eromoko about knowledge of preventing sexual violence. Results: Based on the results of the study conducted before being given health education, children obtained criteria that were lacking with the lowest value of 30% and the highest 90%. After health education was carried out, the level of knowledge increased from the lacking category to the good category with the lowest value of 80% and the highest value of 100%. Conclusion: : It can be concluded that providing health education has a great influence on the level of knowledge of elementary school children.