Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tiktok And The Construction Of The Public: A Critical Discourse Analysis Of The Al-Khosini Case Hamas Dzulfikar Zaimi; Faizah Murad; Suprapto; Fidaul Qonita
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v3i2.10159

Abstract

Pesatnya kemajuan  teknologi komunikasi digital telah mengubah secara fundamental cara masyarakat Indonesia berinteraksi, mengekspresikan keagamaan, dan membentuk opini publik. TikTok, dengan karakteristik audiovisual dan algoritmiknya, kini berfungsi sebagai ruang publik digital tempat wacana keagamaan diproduksi, dipertukarkan, dan dinegosiasikan secara terbuka. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi wacana publik yang muncul melalui video viral robohnya Pondok Pesantren Al-Khosini di Sidoarjo pada bulan September tahun 2025, serta menelaah bagaimana peristiwa tersebut mencerminkan transformasi sosial dan religius dalam ekosistem digital. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan Critical Discourse Analysis (Fairclough), penelitian ini menganalisis sepuluh video TikTok, terdiri atas empat video unggahan resmi akun pondok dan enam video dari akun luar, termasuk media arus utama seperti CNN Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa video viral tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi peristiwa, tetapi juga menjadi arena kontestasi makna antara ekspresi kesalehan, kritik sosial, dan representasi moralitas publik. TikTok berperan sebagai “mimbar digital” yang memediasi dialektika antara otoritas keagamaan tradisional dan partisipasi publik yang emosional. Lebih jauh, algoritma platform bertindak sebagai agen ideologis yang memperkuat narasi populis dan emosional, sambil menggeser ruang refleksi keagamaan yang mendalam. Kontribusi teoretis penelitian ini terletak pada pemahaman bahwa kesakralan agama di era digital tidak memudar, melainkan bertransformasi menjadi kesucian partisipatif yang dimediasi oleh teknologi, afeksi kolektif, dan dinamika algoritmik masyarakat modern. The rapid advancement of digital communication technology has fundamentally changed the way Indonesians interact, express their religiosity, and shape public opinion. TikTok, with its audiovisual and algorithmic features, now functions as a digital public space where religious discourse is openly produced, exchanged, and negotiated. This study aims to analyse the construction of public discourse that emerged from viral videos of the collapse of the Al-Khosini Islamic boarding school in Sidoarjo in September 2025, and to examine how this event reflects social and religious transformations in the digital ecosystem. Using descriptive qualitative methods and a Critical Discourse Analysis (Fairclough) approach, this study analyses 10 TikTok videos, comprising four officially uploaded by the boarding school’s account and six from external accounts, including mainstream media such as CNN Indonesia. The results of the analysis show that these viral videos not only serve as documentation of events but also become arenas for contesting meanings among expressions of piety, social criticism, and representations of public morality. TikTok acts as a “digital pulpit” that mediates the dialectic between traditional religious authority and emotional public participation. Furthermore, the platform’s algorithm serves as an ideological agent, reinforcing populist and emotional narratives while narrowing the space for deep religious reflection. The theoretical contribution of this research lies in the understanding that the sacredness of religion in the digital age has not faded, but instead transformed into participatory sanctity mediated by technology, collective affection, and the algorithmic dynamics of modern society.
Da'wah as a Social Process Based on Local Wisdom: A Study of KH. Zainuddin MZ's Figure in the Spread of Moderate Islam in Indonesia Haerun Nisa; Suprapto; Faizah
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.2853

Abstract

The phenomenon of da'wah in Indonesia often faces challenges in maintaining a balance between Islamic values and the socio-cultural realities of a diverse society. The academic issue that arises is how da'wah can function as a social process that not only conveys religious teachings but also builds social awareness and strengthens the values of religious moderation. This study aims to analyze the role of local wisdom-based da'wah through a study of the figure of KH. Zainuddin MZ in spreading moderate Islam in Indonesia. The research method used is a qualitative approach with a case study, through analysis of literature, documentation of lectures, and da'wah messages that are examined thematically. The results of the study show that KH. Zainuddin MZ was able to package da'wah as an effective social process by integrating local values and religious nationalism. His rhetorical, humorous, and contextual communication style made his da'wah messages easily accepted by people from all social strata. This approach shows that da'wah based on local wisdom plays an important role in strengthening the values of tolerance, strengthening social solidarity, and reinforcing the peaceful, moderate, and civilized face of Indonesian Islam.
Pengembangan Model Pendidikan Islam Berbasis Budaya Lokal Ahmad Hulaimi; Suprapto; Ismail Thoib; Nurul Laila
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol. 12 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69896/modeling.v12i2.2907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sebuah model pendidikan Islam yang dapat menggabungkan nilai-nilai budaya lokal di Madrasah Aliyah (MA) Mua'llimin NWDI Pancor serta MA Mu'allimat NWDI Pancor. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berorientasi pada analisis studi kasus. Terdapat beberapa model pengintegrasian budaya lokal yang diterapkan melalui kurikulum Pendidikan Agama Islam di madrasah tersebut: 1) Model integrasi langsung, yang melibatkan penggabungan kearifan lokal ke dalam kurikulum dengan cara mengajarkan nilai-nilai budaya lokal secara langsung dalam mata pelajaran PAI. 2) Model kolaboratif, di mana guru PAI bekerja sama dengan guru dari mata pelajaran lain, termasuk mata pelajaran muatan lokal yang relevan. 3) Kegiatan pentas seni, di mana guru PAI dan guru muatan lokal berkolaborasi untuk menyiapkan pertunjukan seni di madrasah. Mereka memilih tarian yang selaras dengan nilai-nilai agama, melatih siswa, serta memastikan bahwa kostum dan musik yang digunakan mematuhi norma-norma Islam. Adapun reseach yang telah dilakukan menunjukkan kalau pendekatan pendidikan Islam yang berlandaskan budaya lokal tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang agama Islam sekaligus budaya lokal, serta ikut menyumbang pengembangan karakteristik yang berakhlak baik dan mencintai tanah air.