Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Beban Kerja Pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatera Barat Ferdiansyah, Hamid; Saputra, Boni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6207

Abstract

Beban kerja merupakan salah satu faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan tugas pegawai dalam organisasi publik. Ketidakseimbangan antara jumlah pegawai dengan volume pekerjaan dapat menimbulkan tekanan kerja, menurunkan produktivitas, serta meningkatkan risiko kesalahan dalam pelaksanaan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran beban kerja pegawai serta menganalisis implikasi beban kerja terhadap pelaksanaan tugas di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap sepuluh informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bidang Perbendaharaan, Akuntansi, dan Pelaporan mengalami beban kerja paling tinggi akibat keterbatasan sumber daya manusia dan tingginya volume dokumen yang harus diproses. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya jam kerja lembur, kelelahan fisik dan mental, penurunan konsentrasi, serta meningkatnya potensi kesalahan administrasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja pegawai belum terdistribusi secara proporsional. Bidang Perbendaharaan, Akuntansi, dan Pelaporan mengalami beban kerja paling tinggi akibat keterbatasan sumber daya manusia, tingginya volume dokumen yang harus diproses, serta tekanan waktu yang meningkat pada akhir tahun anggaran. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya jam kerja lembur, kelelahan fisik dan mental, penurunan konsentrasi, serta meningkatnya potensi kesalahan administrasi. Meskipun demikian, pegawai tetap menunjukkan komitmen tinggi dalam menyelesaikan tugas organisasi.