Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Magang pada Kementerian Agama Kota Surabaya untuk Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Memasuki Dunia Kerja Fikri Aldryan Putra Maksum; Rendra Andhika Ananta Rizky M.D; Kristyan Dwijosusilo; Dandy Patrija; Zainal Fatah; Kresna Adhi Prahmana
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rr08p670

Abstract

Tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi yang tinggi di Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan antara pendidikan akademik dan kebutuhan dunia kerja. Untuk menjembatani kesenjangan tersebut program magang menjadi strategi penting yang dapat memberikan pengalaman kontekstual dan praktis kepada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi program magang di Kementerian Agama serta menganalisis proses perolehan kompetensi mahasiswa selama menjalani magang. Metode yang digunakan adalah memberikan pendampingan secara intensif dan berkelanjutan kepada mahasiswa peserta magang kerja dalam rentang waktu pelaksanaan kegiatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi magang berjalan melalui aktivitas yang terencana, aksi pendampingan langsung oleh pembimbing, dan mekanisme sistem evaluasi harian. Mahasiswa secara bertahap mengalami peningkatan kompetensi melalui proses belajar langsung di lingkungan birokrasi. Program magang terbukti memberikan kontribusi nyata dalam pembentukan keterampilan teknis, penguatan soft skills, serta kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja, khususnya di sektor publik.
ANALYSIS OF OPPORTUNITIES AND CHALLENGES FOR DEVELOPMENT OF THE MALINAU REGENCY (INDONESIA) - MALAYSIA BORDER AREA Bilung Ajang; Kresna Adhi Prahmana; Widyawati
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 2 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malinau Regency shares a border with Malaysia, but progress has been uneven. The Human Development Index rose to 74.72 in 2024, while the poverty rate also rose to 6.94 percent. Residents in remote sub-districts remain isolated and dependent on supplies from Malaysia. This study aims to map the opportunities and challenges for development in Malinau's border areas while developing strategies that balance security and well-being. The method used is a qualitative case study design. The population comprised communities and stakeholders in five border sub-districts: Kayan Hulu, Kayan Selatan, Bahau Hulu, Pujungan, and Sungai Boh. The sample was selected purposively, consisting of twelve key informants, ranging from regional planners, border managers, sub-district heads, and traditional leaders to traders, health workers, and teachers. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews, then analyzed using the Miles, Huberman, and SaldaƱa model. Data were summarized, presented, and conclusions were drawn, supported by a SWOT analysis using the IFAS and EFAS matrices. As a result, the biggest challenges are isolation, high costs in the region, cross-border dependencies, and fragmented coordination. Opportunities lie in resource wealth, indigenous social capital, and support for national priorities. An IFAS score of 2.37 and an EFAS score of 2.66 place Malinau in Quadrant I with coordinates of +0.75 and +0.70, respectively, suggesting an aggressive strategy. However, these opportunities can only be achieved if internal weaknesses are addressed first. In conclusion, Malinau's underdevelopment is structural. Opportunities will only be unlocked if connectivity, basic services, the local economy, and integrated data are improved within a welfare border framework.