Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi yang Bernilai Ekonomis di Desa Gentan Kecamatan Kranggan Widya Prananta; Putri Yatun Khasanah; Agustin Rimba Wardani; Desya Risti Riyani; Dihyan Arga Perdana; Andara Tsabitha; Rachma Aulia Wardhani; Amirul Mustaqim; Dinara Safina; Muhammad Al Muhtaji Ardabili; Tri Indah Purnawati; Achmad Faisal
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vf0by372

Abstract

Penggunaan minyak goreng secara berulang oleh rumah tangga dan pelaku UMKM di Indonesia menghasilkan minyak jelantah dalam jumlah besar. Jika dibuang langsung ke lingkungan, minyak jelantah dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. Sebagai langkah penyelesaian masalah, tim KKN UNNES GIAT 13 Desa Gentan mengadakan program pengabdian masyarakat berupa sosialisasi serta pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober 2025 tersebut diikuti oleh para ibu rumah tangga di Dusun Karangmulyo.Berdasarkan uji coba, rasio 1:1 antara asam stearat dan minyak jelantah menghasilkan lilin terbaik dengan tekstur padat, tidak mudah rapuh, dan waktu nyala cukup lama, yaitu 7–8 jam. Waktu pengerasan juga relatif cepat, sekitar 0,3–0,4 jam. Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan peserta, menumbuhkan kesadaran mengenai prinsip 3R, serta membuka peluang usaha kreatif berbasis ekonomi sirkular
Resolution of the "Tegal Pangonan" Land Tenure Conflict from an Agrarian Law Perspective: A Case Study in Meteseh Village, Kendal Regency Dihyan Arga Perdana
Indonesian Journal of Agrarian Law Vol. 3 No. 2 (2026): Land Disputes, Legal Certainty, and Spatial-Environmental Governance: Legal Pro
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jal.v3i2.45770

Abstract

This research analyzes the legal certainty of Tegal Pangonan land physically occupied by the community, using a case study of land tenure dynamics in Meteseh Village, Kendal Regency. The primary focus of this study is to examine the phenomenon where long-term physical occupation of land has not yet received formal legal recognition through certification. The research problem stems from differing interpretations of administrative procedures at the village level, which have hindered the land registration process. This study aims to analyze the agrarian legal framework in resolving Tegal Pangonan land tenure conflicts and to identify the role of local government agencies in the land administration process. The method employed is socio-legal (juridical-empirical) with a descriptive-analytical approach. The findings indicate that the lack of legal certainty is often caused by inconsistencies in land data and differing interpretations of evidence regarding physical occupation. As a conceptual solution, this research emphasizes the importance of effective mediation and policy synchronization between village governments, land agencies, and the state to achieve agrarian justice for the community.