Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Bahasa Jualan dan Copywriting untuk UMKM dalam Upaya Meningkatkan Literasi Digital Marketing Arif Bulan; Yeye Suhaety; Muh. Nasoha; Conta Lestari; Safinah Safinah; Ulfatun Nuriah; Nanda Syifana
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rqdg2p08

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran pelaku UMKM di Kabupaten Dompu melalui pelatihan Bahasa Jualan dan Copywriting. Sebanyak 20 peserta dengan jenis usaha beragam makanan, minuman, pakaian, dan kopi dilibatkan dalam program yang berlangsung selama empat hari dengan satu hari khusus untuk materi copywriting. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Dompu. Pelatihan dirancang menggunakan pendekatan participatory training melalui penyampaian teori, studi kasus, praktik menulis, dan pendampingan langsung. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada empat aspek utama. Pertama, literasi pemasaran peserta meningkat terlihat dari kemampuan mereka memahami konsep headline, value proposition, dan call-to-action. Kedua, peserta mampu menghasilkan copywriting yang lebih persuasif dan sesuai dengan karakteristik produk, dengan kenaikan nilai rata-rata kualitas tulisan dari 62,5 menjadi 86,4. Ketiga, peserta berhasil mengaplikasikan copywriting dalam unggahan media sosial, yang berdampak pada meningkatnya interaksi awal dari calon konsumen. Keempat, peserta mampu mengidentifikasi keunggulan produk dan menyusun pesan pemasaran yang lebih tersegmentasi. Pelatihan ini memberikan dampak langsung pada peningkatan strategi promosi dan kepercayaan diri pelaku UMKM dalam memasarkan produk secara digital. Dengan demikian, program PKM ini efektif dalam memperkuat kemampuan komunikasi pemasaran dan potensi daya saing UMKM di Kabupaten Dompu
Pengaruh Determinan Pencegahan Kecurangan Alokasi Dana Desa Di Kecamatan Dompu Wardiati Wardiati; Yeye Suhaety; Sumarni Sumarni
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.973

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kompetensi aparatur desa, moralitas individu, sistem pengendalian internal, dan budaya organisasi terhadap pencegahan kecurangan (fraud) pada pemerintahan desa di Kecamatan Dompu. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis regresi linier berganda melalui SPSS 21, penelitian ini mengambil sampel sebanyak 36 responden dari sembilan desa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keempat variabel independen secara simultan maupun parsial berpengaruh signifikan terhadap pencegahan kecurangan. Nilai t hitung masing-masing variabel lebih besar dari t tabel, dan F hitung sebesar 4,241 juga lebih besar dari F tabel 3,316. Koefisien determinasi sebesar 30,3% menunjukkan bahwa variabel kompetensi aparatur desa, moralitas individu, sistem pengendalian internal, dan budaya organisasi secara bersama-sama dapat menjelaskan variasi dalam upaya pencegahan kecurangan. Implikasi dari hasil ini menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pelatihan, penguatan etika dan moral individu, serta penerapan sistem pengendalian internal yang baik. Budaya organisasi yang akuntabel juga menjadi faktor penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang bersih. Pemerintah daerah perlu menjadikan temuan ini sebagai dasar untuk menyusun strategi pengawasan dan pengembangan kapasitas SDM desa agar risiko penyimpangan anggaran dapat diminimalkan. Temuan ini juga dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya dalam menggali variabel lain yang memengaruhi pencegahan fraud di sektor publik.   This study aims to examine the influence of village officials' competence, individual morality, internal control systems, and organizational culture on fraud prevention in village governance in Dompu District. Using a quantitative approach and multiple linear regression analysis through SPSS 21, the study involved 36 respondents from nine villages. The results showed that all four independent variables had a significant influence on fraud prevention, both partially and simultaneously. Each variable's t-value exceeded the critical t-table value, and the F-test result (4.241) was greater than the F-table value (3.316). The coefficient of determination (R²) was 30.3%, indicating that the four variables jointly explain 30.3% of the variation in fraud prevention efforts.These findings imply the importance of enhancing the competence of village officials through training, strengthening individual ethics and morality, and implementing effective internal control systems. An accountable organizational culture is also critical in fostering clean and transparent governance. Local governments should consider these results in developing supervision strategies and human resource capacity-building programs at the village level to minimize the risk of fraud. Furthermore, the findings offer valuable insights for future research to explore additional factors influencing fraud prevention in the public sector