Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang dirancang untuk mengakomodasi keragaman peserta didik melalui penyesuaian konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, serta profil belajar siswa. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa kelas X-10 MIPA SMAN 15 Garut terhadap materi ekosistem yang bersifat konseptual dan memerlukan pemahaman mendalam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Data diperoleh melalui tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest) yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Peningkatan hasil belajar dianalisis menggunakan perhitungan Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,6509 termasuk dalam kategori sedang, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa setelah perlakuan. Tingkat penguasaan materi mencapai 85%, meskipun belum seluruh siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 92%. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi dapat dinyatakan cukup efektif dan layak diterapkan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi ekosistem.. Analisis data dengan teknik persentase dan diolah secara deskriptif. Hasil uji validitas bahan ajar yang dinilai validator memperoleh nilai rata-rata 80,1 pada kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar bermuatan lokal pada materi keanekaragaman hayati yang telah dihasilkan layak ditinjau dari aspek kelayakan isi, penyajian, kontekstual, kegrafikan, dan bahasa