p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cinta Nusantara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSAINGAN PASAR ANTAR FASILITAS KESEHATAN DI INDONESIA: LITERATUR REVIEW Nanda Lestia; Irwan Saputra
Jurnal Cinta Nusantara (JCN) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober-Desember, Digital Learning and Educational Technology
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan fasilitas kesehatan di Indonesia menjadi isu strategis pasca-transformasi sistem kesehatan menuju cakupan semesta melalui JKN. Dinamika pasar kini dipengaruhi oleh asimetri informasi dan peran BPJS Kesehatan sebagai pembeli tunggal. Tujuan: Mengidentifikasi struktur, dinamika, dan faktor yang mempengaruhi persaingan fasilitas kesehatan di Indonesia berdasarkan literatur lima tahun terakhir (2021–2026). Metode: Penelitian ini menggunakan narrative literature reviewdengan pencarian literatur secara sistematis melalui Google Scholar, Scopus, serta portal jurnal nasional (Garuda dan SINTA). Artikel tahun 2021–2026 serta publikasi early access (2025–2026) serta dipilih melalui skrining judul, abstrak, dan penilaian full textberdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 20 artikel dianalisis dalam penelitian ini. Hasil: Struktur pasar Rumah Sakit nasional terfragmentasi (CR4 <40%), namun pada tingkat lokal terjadi kecenderungan oligopoli/monopoli. Konsolidasi melalui akuisisi oleh emiten besar memperkuat posisi kompetitif namun berisiko menciptakan distorsi pasar. Terdapat kesenjangan daya saing struktural antara RS publik dan swasta. Persaingan lintas negara dengan Malaysia dan Singapura tetap menjadi tantangan besar. Kesimpulan: Dampak persaingan terhadap mutu layanan di Indonesia sangat bergantung pada konteks regulasi JKN. Diperlukan pengawasan ketat dari KPPU dan insentif berbasis kinerja untuk mendorong kompetisi yang sehat
LITERATUR REVIEW: ANALISIS RETROSPEKTIF DISPARITAS DATA STUNTING ANTARA SURVEI NASIONAL DAN PENCATATAN RUTIN (E-PPGBM) Nanda Lestia; Irwan Saputra
Jurnal Cinta Nusantara (JCN) Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober-Desember, Digital Learning and Educational Technology
Publisher : CV. Bunda Ratu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63754/jcn.v3i4.125

Abstract

Pendahuluan: Pemerintah Indonesia menggunakan dua sumber data utama untuk memantau prevalensi stunting, yaitu Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) sebagai survei nasional terstandar dan e-PPGBM sebagai sistem pencatatan rutin berbasis masyarakat. Namun, kedua sumber data ini sering menghasilkan angka yang berbeda secara signifikan sehingga menimbulkan kebingungan dalam evaluasi program dan pengambilan kebijakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis faktor-faktor penyebab disparitas data antara SSGI dan e-PPGBM serta implikasinya terhadap kebijakan penurunan stunting di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain literature review naratif terstruktur. Pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan portal jurnal nasional terakreditasi. Seleksi artikel dilakukan melalui skrining judul, abstrak, dan penilaian teks lengkap sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 10 artikel jurnal peer-reviewed dan referensi pendukung yang dipublikasikan pada tahun 2019–2024 dianalisis. Analisis data dilakukan secara tematik. Hasil: Disparitas data antara SSGI dan e-PPGBM disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu: (1) perbedaan metodologis SSGI menggunakan sampling terstandar dengan enumerator terlatih, sedangkan e-PPGBM menggunakan pencatatan rutin berbasis kader; (2) perbedaan alat ukur dan kualitas pengukuran; serta (3) perbedaan cakupan dan representativitas data. Pemerintah telah merespons melalui kebijakan triangulasi data sejak tahun 2024, namun implementasinya di daerah masih menghadapi berbagai kendala. Kesimpulan: Disparitas antara SSGI dan e-PPGBM bukan merupakan kesalahan sistem, melainkan konsekuensi dari perbedaan tujuan dan pendekatan metodologis. Integrasi kedua sistem melalui pendekatan triangulasi yang terstruktur menjadi kunci dalam meningkatkan akurasi dan kredibilitas data stunting di Indonesia