Persaingan fasilitas kesehatan di Indonesia menjadi isu strategis pasca-transformasi sistem kesehatan menuju cakupan semesta melalui JKN. Dinamika pasar kini dipengaruhi oleh asimetri informasi dan peran BPJS Kesehatan sebagai pembeli tunggal. Tujuan: Mengidentifikasi struktur, dinamika, dan faktor yang mempengaruhi persaingan fasilitas kesehatan di Indonesia berdasarkan literatur lima tahun terakhir (2021–2026). Metode: Penelitian ini menggunakan narrative literature reviewdengan pencarian literatur secara sistematis melalui Google Scholar, Scopus, serta portal jurnal nasional (Garuda dan SINTA). Artikel tahun 2021–2026 serta publikasi early access (2025–2026) serta dipilih melalui skrining judul, abstrak, dan penilaian full textberdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 20 artikel dianalisis dalam penelitian ini. Hasil: Struktur pasar Rumah Sakit nasional terfragmentasi (CR4 <40%), namun pada tingkat lokal terjadi kecenderungan oligopoli/monopoli. Konsolidasi melalui akuisisi oleh emiten besar memperkuat posisi kompetitif namun berisiko menciptakan distorsi pasar. Terdapat kesenjangan daya saing struktural antara RS publik dan swasta. Persaingan lintas negara dengan Malaysia dan Singapura tetap menjadi tantangan besar. Kesimpulan: Dampak persaingan terhadap mutu layanan di Indonesia sangat bergantung pada konteks regulasi JKN. Diperlukan pengawasan ketat dari KPPU dan insentif berbasis kinerja untuk mendorong kompetisi yang sehat
Copyrights © 2025