Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

REPRODUKSI KOSAKATA BAHASA ARAB KE DALAM BAHASA INDONESIA Yudi Permadi; Anggun Laila; Hazbini
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i2.317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia melalui pendekatan leksikografi atau kamus. Penelitian ini menggunakan Metode Agih dan Teknik Pilah Unsur Penentu. Jadi, berdasarkan hasil analisis terjadi perubahan ejaan kata serapan bahasa Indonesia, perubahan ejaan itu meliputi beberapa proses, seperti disimilasi, metatesis, anaptiksis protesis dan zeroisasi aferesis. Selain perubahan ejaan terjadi juga perubahan makna yang diserap dari bahasa arab tersebut, yaitu: makna tetap, makna menyempit, dan makna meluas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu kata serapan yang lafal dan maknanya masih sesuai dengan aslinya, kata serapan yang lafalnya berubah namun maknanya tetap, kata serapan yang lafalnya sama namun maknanya berubah, serta kata serapan yang lafal dan maknanya berubah dari aslinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang kata serapan bahasa Arab dalam bahasa Indonesia dan kebutuhan masyarakat terhadap bahasa atau istilah asing.
KIAT-KIAT DALAM MENUMBUHKAN CINTA BUDAYA SUNDA DI KALANGAN GENERASI Z Yudi Permadi; Onny Delisma
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.383

Abstract

Penelitian ini membahas berbagai kiat dalam menumbuhkan rasa cinta budaya Sunda di kalangan generasi Z yang hidup di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Permasalahan utama yang diangkat adalah melemahnya kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal akibat dominasi budaya global yang seragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Sunda harus dilakukan melalui pendekatan multidimensional yang melibatkan peran pendidikan formal, keluarga, komunitas budaya, dan media digital. Integrasi budaya Sunda dalam kurikulum sekolah, penguatan peran keluarga sebagai agen sosialisasi nilai, pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana kreatif, serta revitalisasi bahasa dan seni tradisional terbukti menjadi strategi efektif dalam membangun identitas dan kebanggaan budaya.
FUNGSI UNGKAPAN SUNDA PADA MASA GEN-Z Yudi Permadi; Hazbini Hazbini; Anggun Laila
KABUYUTAN Vol 4 No 2 (2025): Kabuyutan, Juli 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i2.347

Abstract

Ungkapan merupakan salah satu bentuk kekayaan budaya lisan masyarakat Sunda yang sarat makna dan nilai. Dalam kehidupan sehari-hari, ungkapan Sunda digunakan tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, peneguhan norma sosial, dan pelestarian identitas budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis fungsi-fungsi ungkapan Sunda dalam kehidupan masyarakat, khususnya di lingkungan keluarga dan sosial. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan Sunda memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai moral, etika, dan kebijaksanaan lokal yang terus relevan hingga saat ini, khususnya juga bagai generasi muda/Gen-Z
FOLKLOR DAN MITOS DALAM SASTRA MODERN INDONESIA Yudi Permadi; Onny Delisma; Prima Agustina
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i2.426

Abstract

Folklor dan Mitos dalam Sastra Modern Indonesia Oleh: R.Yudi Permadi r.permadi@unpad.ac.id Onny Delisma Prima Agustina Abstrak Folklor dan mitos merupakan warisan budaya yang terus hidup dan mengalami transformasi dalam karya sastra modern. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana unsur-unsur folklor dan mitos direpresentasikan, direkonstruksi, serta dimaknai kembali dalam sastra modern Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan dan kajian budaya. Data penelitian berupa narasi, tokoh, simbol, serta peristiwa yang mengandung unsur folklor dan mitos dalam sejumlah karya sastra Indonesia modern. Analisis dilakukan melalui teknik pembacaan interpretatif untuk mengidentifikasi bentuk adaptasi, fungsi, dan makna folklor serta mitos dalam konteks sosial-budaya kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa folklor dan mitos tidak lagi hadir sebagai cerita tradisional yang bersifat statis, melainkan mengalami transformasi menjadi medium refleksi atas persoalan identitas, modernitas, spiritualitas, dan perubahan sosial. Berbagai karya sastra modern Indonesia memanfaatkan mitos lokal dan cerita rakyat sebagai strategi estetik untuk membangun konflik, karakterisasi, serta kritik terhadap realitas masyarakat. Selain berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, folklor dan mitos juga menjadi ruang negosiasi antara nilai-nilai tradisional dan tuntutan kehidupan modern. Temuan ini mengindikasikan bahwa sastra modern Indonesia berperan penting dalam menjaga keberlanjutan memori budaya sekaligus menghadirkan interpretasi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
TRANSFORMASI MITOS SUNDA DALAM SASTRA INDONESIA MODERN Yudi Permadi; Ikhwan Ikhwan; Uus Rustiman
KABUYUTAN Vol 5 No 1 (2026): Kabuyutan, Maret 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v5i1.425

Abstract

Transformasi Mitos Sunda dalam Sastra Indonesia Modern Oleh: R.Yudi Permadi r.permadi@unpad.ac.id Ikhwan Uus Rustiman Abstrak Mitos Sunda merupakan bagian penting dari warisan budaya yang merepresentasikan pandangan hidup, sistem kepercayaan, dan identitas masyarakat Sunda. Dalam perkembangan sastra Indonesia modern, berbagai mitos Sunda mengalami transformasi dari bentuk tradisional menuju bentuk-bentuk naratif yang lebih kompleks dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bentuk transformasi mitos Sunda dalam sastra Indonesia modern serta mengungkap fungsi dan maknanya dalam konstruksi identitas budaya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra bandingan dan kajian budaya. Data penelitian berupa narasi, tokoh, simbol, dan peristiwa yang merepresentasikan mitos Sunda dalam sejumlah karya sastra Indonesia modern. Analisis dilakukan melalui teknik pembacaan interpretatif dengan menitikberatkan pada proses adaptasi, reinterpretasi, dan rekonstruksi mitos dalam teks sastra.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos Sunda tidak lagi hadir sebagai cerita tradisional yang bersifat statis, melainkan mengalami transformasi menjadi perangkat estetik dan ideologis yang digunakan pengarang untuk membahas berbagai persoalan kontemporer, seperti identitas budaya, modernitas, relasi manusia dengan alam, serta perubahan sosial. Mitos-mitos seperti Sangkuriang, Dayang Sumbi, Nyi Pohaci, dan Prabu Siliwangi direpresentasikan kembali melalui berbagai strategi naratif yang memperlihatkan dialog antara tradisi dan modernitas. Transformasi tersebut menunjukkan bahwa sastra Indonesia modern berperan sebagai ruang pelestarian sekaligus reinterpretasi warisan budaya Sunda sehingga tetap relevan bagi masyarakat masa kini. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa mitos Sunda bukan hanya jejak masa lalu, tetapi juga sumber makna budaya yang terus hidup dan berkembang dalam sastra modern.