Mumuh Muhsin Zakaria
Departement of History and Philology, Faculty of Cultural Science, Universitas Padjadjaran, Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELASI HISTORIS DAN SOSIOKULTURAL ANTARA SUNDA, PRIANGAN, DAN JAWA BARAT: SEBUAH TINJAUAN KRITIS Mumuh Muhsin Zakaria
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.384

Abstract

This article aims to analyze the complex relations between three entities: Sunda, Priangan, and West Java. Many parties often equate the three, whereas each has different contexts, boundaries, and meanings. This research uses a qualitative method with a historical-sociological approach through a literature study. The analysis results show that: (1) Sunda refers to a broader ethnocultural identity, beyond the current borders of West Java Province, characterized by language, belief systems, and customs; (2) Priangan is a colonial Dutch construction formed from Mataram and VOC influences, which shaped an aristocratic identity, “menak” culture, and became the heart of modern Sundanese culture; (3) West Java is a product of the post-independence Indonesian nation-state that froze and administered the diversity within it into one governmental region. The three intersect and form an ongoing dialectic, where West Java is the political container, Priangan is the dominant cultural core, and Sunda is a more inclusive identity umbrella that is sometimes marginalized by the dominance of the Prianganization narrative. Understanding this relationship is crucial for inclusive development policies and the preservation of cultural diversity at the local level. Keywords: Sunda, Priangan, West Java, Identity, History, Sociocultural
UNGKAPAN BAHASA SUNDA SEBAGAI MEDIUM INTERNALISASI NILAI-NILAI ISLAM Mumuh Muhsin Zakaria
KABUYUTAN Vol 4 No 3 (2025): Kabuyutan, Nopember 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/kabuyutan.v4i3.405

Abstract

Artikel ini mengkaji ungkapan-ungkapan dalam bahasa Sunda sebagai medium kultural dalam proses internalisasi nilai-nilai Islam di masyarakat Sunda. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wahana transmisi nilai, norma, dan pandangan hidup. Melalui ungkapan, peribahasa, babasan, dan paribasa Sunda, ajaran-ajaran Islam seperti keikhlasan, kesabaran, tawakal, adab sosial, dan kesalehan individual disampaikan secara kontekstual dan membumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kultural dan semiotik terhadap sejumlah ungkapan Sunda yang mengandung pesan moral dan religius. Data diperoleh dari sumber lisan, naskah tradisional, serta literatur kebahasaan dan keislaman Sunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses islamisasi di tanah Sunda tidak berlangsung secara konfrontatif, melainkan melalui mekanisme akulturasi yang harmonis, di mana nilai-nilai Islam terinternalisasi dalam struktur bahasa dan ekspresi budaya lokal. Ungkapan bahasa Sunda berperan sebagai medium efektif dalam mentransformasikan ajaran Islam menjadi etika sosial yang mudah diterima oleh masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya bahasa daerah sebagai instrumen strategis dalam dakwah kultural dan pelestarian nilai-nilai keislaman yang berakar pada kearifan lokal.