Undang Ahmad Darsa
Departemen Sejarah dan Filologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSPEKTIF FILOLOGIS TERHADAP BENDA-BENDA BUDAYA BERNUANSA SPIRITUAL PUSAKA NUSANTARA DALAM BABAD CIREBON Undang Ahmad Darsa; Elis Suryani Nani Sumarlina; Rangga Saptya Mohamad Permana
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2025
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v7i3.389

Abstract

Artikel ini membahas tentang naskah Babad Cirebon. Kisah yang tertuang dalam teks naskah Babad Cirebon ini merupakan sebuah karya sastra bersifat sejarah daerah Cirebon yang berpusat pada kisah tokoh Raden Walangsungsang dan Sunan Gunungjati. Karya tersebut dapat dipandang sebagai refleksi masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian, pengamatan, pendeskripsian, dan analisis terhadap benda-benda budaya sebagaimana tercatat dalam naskah Babad Cirebon ini tak lain dari pembicaraan tentang kebudayaan dan masyarakat yang menghasilkannya, baik dilihat dari dalam teks Babad Cirebon itu sendiri maupun dari luarnya. Pendekatan yang dilakukan terhadap hubungan naskah Babad Cirebon dengan alam sekitar pada dasarnya mempelajari naskah ini sebagai dokumen sosial, sebagai potret kenyataan sosial, mengingat ada semacam potret sosial yang bisa ditarik dari naskah Babad Cirebon.
KISAH-KISAH HISTORIS YANG BERNUANSA KONFLIK DAN HARMONIS DI NUSANTARA DALAM PERSPEKTIF FILOLOGIS Undang Ahmad Darsa; Elis Suryani Nani Sumarlina; Rangga Saptya Mohamad Permana
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i1.412

Abstract

Artikel ini membahas tentang kisah-kisah historis di Nusantara, baik yang konflik maupun yang bernuansa harmonis. Adapun sumber-sumber data kajiannya berupa tradisi tulis, khususnya khazanah naskah kuno Nusantara. Kisah yang tertuang dalam teks naskah-naskah Kuno Nusantara ini pada dasarnya merupakan sebuah karya sastra bersifat sejarah daerah-daerah yang berpusat pada kisah para tokoh penting sebagai para petinggi atau raja-raja di wilayah Nusantara. Karya tersebut dapat dipandang sebagai refleksi masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian, pengamatan, pendeskripsian, dan analisis terhadap kisah para tokoh historis tersebut tak lain dari pembicaraan tentang gambaran pasang surutnya hubungan antarkerajaan di Nusantara, baik dilihat dari dalam teks naskah-naskah sumber data itu sendiri maupun dari luarnya. Pendekatan yang dilakukan terhadap hubungan naskah sumber data tadi dengan alam sekitar, pada dasarnya berupaya mengungkap naskah ini sebagai dokumen sosial, sebagai potret kenyataan sosial, mengingat ada semacam potret sosial yang bisa ditarik dari tradisi naskah-naskah Kuno Nusantara.
SUBSTANSI KOSMOLOGI FILOSOFIS-RELIGIUS SUNDA DALAM NASKAH SANGHYANG HAYU ABAD XVI MASEHI Undang Ahmad Darsa; Aswina Siti Maulidyawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2026
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v8i2.440

Abstract

Artikel ini berjudul Substansi Kosmologis Filosofis-Religius Sunda dalam Naskah Sanghyang Hayu abad XVI Masehi. Sumber data kajiannya didasarkan pada tradisi tulis Sunda Kuno yang berjudul Sanghyang Hayu. Adapun tujuannya penulisan artikel adalah menelusuri struktur-struktur yang paling mendasar secara kosmologis guna mencari makna dunia yang mendasari semua arti dunia lainnya, dan yang selalu diandaikan secara implisit. Untuk mewujudkan tujuan tersebut ditempuh melaui pendekatan filologi karena berkaitan dengan proses kajian sumber tradisi tulis dalam upaya peafsiran data yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian deskripsif kualitatif diterapkan dalam upaya memahami fakta di balik kenyataan yang dapat diamati secara langsung. Kosmologi pada hakikatnya juga dipergunakan dalam ranah ilmu-ilmu empiris guna menelaah ilmu tentang evolusi kosmis. Dalam kajian ini, penggunaan istilah kosmologi dilekatkan tambahan filosofis-religius sebagai kata penjelasan. Berdasarkan proses pembahasan dapat disimpulkan: Hasilnya diperoleh gambaran: Pertama, manusia itu pada dasarnya terikat erat pada pandangan susunan jagat semeta dan memiliki pandangan akan adanya hubungan secara timbal balik antara manusia dengan dunia alam semesta melalui konsepsi tigarahasya. Manusia tidak hanya merupakan bagian dunia begitu saja. Manusia hanya menemui diri dalam korelasi dengan manusia lain dan dengan dunia pada umumnya dalam substansi bayu-sabda-hedap. Refleksi atas dirinya sendiri secara konkret dan menyeluruh mesti memiliki substansi astaguna yang merupakan pula refleksi atas dunia. Manusia dan dunia saling mengimplikasikan dan saling mengandung. Kedua, hanya manusia yang bertanya tentang substansi penciptaan dunia, artinya bahwa manusialah yang berhubungan dengan dunia secara sadar. Tanpa pengalaman sadar itu dunia hanya didekati dari luar, tanpa menyadari hubungan intim dalam substansi pratiwi, sarira, syaku, syanu, dan Hyang Manon sebagai hasil pengetahuannya berciri empiris belaka. Hanyalah refleksi atas otonomi dalam korelasi melalui substansi pancamarga, manusia memberikan pandangan hakiki mengenai dunia alam semesta.