Rifa’atussalwa Hayati
Universitas Tangerang Raya, Tangerang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAYA BAHASA PERTENTANGAN DALAM NOVEL “TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR” KARYA TERE LIYE Syarif Hidayatullah; Rifa’atussalwa Hayati
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 1 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JANUARI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i1.21638

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan fungsi gaya bahasa pertentangan dalam novel Teruslah Bodoh, Jangan Pintar karya Tere Liye serta menjelaskan kontribusinya terhadap penyampaian pesan politis. Data penelitian berupa 39 kutipan teks yang dianalisis menggunakan teori gaya bahasa pertentangan Tarigan (2013), meliputi sinisme (20 kutipan), ironi (7), hiperbola (6), sarkasme (5), dan litotes (1). Setiap kutipan dianalisis secara kontekstual berdasarkan penutur, lawan tutur, situasi, dan perannya dalam membangun makna naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa pertentangan digunakan secara konsisten untuk menghadirkan kritik tajam terhadap praktik kekuasaan dan korupsi, menegaskan konflik antara rakyat dan pejabat, serta memperkuat ketegangan emosional antar tokoh. Dengan demikian, gaya bahasa pertentangan tidak sekadar berfungsi sebagai unsur estetis, melainkan juga sebagai instrumen retorik utama yang mempertegas kritik sosial-politik Tere Liye. Temuan ini berkontribusi pada kajian stilistika dengan memberikan pemahaman baru mengenai fungsi gaya bahasa dalam sastra kontemporer Indonesia, sekaligus menawarkan model analisis yang dapat diaplikasikan pada penelitian serupa.