Pretty Surmelyani
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Interaktif Kesehatan Gigi Dan Mulut Bersama Anak-Anak Suku Anak Dalam Di SDN 191 Pematang Kabau Kecamatan Air Hitam Andre Aulia Rahmat; Alya Zahra Hendriana; Novelia Putri Anggraeni sidauruk; Angelina Hutabarat; Nuri Aulia Putri; Dara Putri Annisa Sukardi; Meylany Saskia; Tri Ambarwati; Pretty Surmelyani; Dina Noviana; Joys Cintya Tobing; Aldo Saputra Yohanes Lature
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/x317gz31

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dari kesehatan umum yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, terutama masyarakat adat terpencil seperti Suku Anak Dalam (SAD). Kondisi geografis, kurangnya akses layanan kesehatan, serta kebiasaan dan budaya tradisional menjadi faktor hambatan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di komunitas ini.. Pemberdayaan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Pendekatan yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui video animasi edukatif, praktik langsung, serta pemberian reward dan permainan yang menyenangkan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dari 40% sebelum edukasi menjadi 80% setelah pelaksanaan kegiatan. Program ini juga berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang positif dan mendorong penerapan kebiasaan sehat secara berkelanjutan di komunitas. Hasil ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan gigi dan mulut masyarakat adat terpencil. Diperlukan inovasi dan strategi lanjutan untuk mengatasi hambatan akses dan budaya tradisional agar program ini dapat memberikan dampak jangka panjang