Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dari kesehatan umum yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, terutama masyarakat adat terpencil seperti Suku Anak Dalam (SAD). Kondisi geografis, kurangnya akses layanan kesehatan, serta kebiasaan dan budaya tradisional menjadi faktor hambatan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di komunitas ini.. Pemberdayaan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan gigi dan mulut pada masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pematang Kabau, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Pendekatan yang digunakan meliputi penyampaian materi melalui video animasi edukatif, praktik langsung, serta pemberian reward dan permainan yang menyenangkan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, dari 40% sebelum edukasi menjadi 80% setelah pelaksanaan kegiatan. Program ini juga berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang positif dan mendorong penerapan kebiasaan sehat secara berkelanjutan di komunitas. Hasil ini menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan gigi dan mulut masyarakat adat terpencil. Diperlukan inovasi dan strategi lanjutan untuk mengatasi hambatan akses dan budaya tradisional agar program ini dapat memberikan dampak jangka panjang
Copyrights © 2026