Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembentukan Karakter Kemanusiaan Siswa melalui Budaya Sekolah: Studi Kasus di SDN 01 Tanjungsari Kota Blitar Viyanti Mandasari; Ida Putri Rarasati; Muhammad Iqbal Baihaqi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 6 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i6.1024

Abstract

Penelitian ini menganalisis pola pembentukan karakter kemanusiaan melalui budaya sekolah, bentuk perilaku siswa yang telah dan belum mencerminkan nilai kemanusiaan, serta hambatan dan respons sekolah di SDN 01 Tanjungsari Kota Blitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Partisipan terdiri atas satu kepala sekolah, tujuh guru, satu tenaga kependidikan, dan 30 siswa fase A, B, dan C. Data dikumpulkan melalui enam kali observasi, wawancara semiterstruktur, dokumentasi, serta angket diagnostik 20 butir berskala Guttman. Data dianalisis melalui kondensasi, penyajian, dan verifikasi kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa karakter kemanusiaan dibentuk melalui tiga mekanisme utama: pembiasaan, keteladanan, dan pengondisian lingkungan. Kegiatan Jumat Bersedekah, Sabtu Bersih, piket, kerja kelompok, aturan kelas, serta teladan warga sekolah menumbuhkan empati, gotong royong, tanggung jawab, dan keadaban. Namun, internalisasi belum merata. Angket menunjukkan kesiapan belajar, partisipasi kelompok, dan kesadaran terhadap konsekuensi menyontek masing-masing berada pada 40%, sedangkan perilaku mengganggu teman (30%) dan mengejek nilai buruk (40%) masih ditemukan. Hambatan meliputi perbedaan karakter siswa, latar keluarga, keterbatasan waktu, dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Sekolah merespons melalui penguatan pembiasaan, kemitraan orang tua, kegiatan ekstrakurikuler, serta lingkungan yang lebih kondusif. Penelitian ini menghasilkan model integratif budaya sekolah yang menghubungkan nilai, rutinitas, keteladanan, arena praktik, refleksi, kemitraan keluarga, dan pemantauan perilaku.