Nyata Susila
Universitas Kristen Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberian Pakan Tambahan Daun Kangkung (Ipomoea aquatica) dan Daun Cemot (Passiflora foetida) terhadap Pertumbuhan Ikan Gurame (Osphronemus gourami) Nyata Susila; Yusanti Mantuh; Mardani Mardani; Deby Setyani
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 14, No 2 (2025): JIHT Desember 2025
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy) merupakan komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomis tinggi, namun memiliki laju pertumbuhan relatif lambat sehingga memerlukan inovasi pakan yang efisien dan berkelanjutan. Pemanfaatan bahan pakan tambahan berbasis tumbuhan lokal berpotensi menekan biaya produksi tanpa menurunkan performa pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian daun kangkung (Ipomoea aquatica) dan daun cemot (Passiflora foetida) sebagai pakan tambahan terhadap pertumbuhan ikan gurame. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Basah Fakultas Perikanan Universitas Kristen Palangka Raya pada bulan September–Oktober 2025. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: A (pakan komersial sebagai kontrol), B (pakan komersial + daun kangkung), dan C (pakan komersial + daun cemot). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan panjang relatif, pertumbuhan bobot relatif, serta kualitas air (suhu, pH, dan oksigen terlarut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B menghasilkan nilai pertumbuhan panjang relatif dan bobot relatif tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Namun demikian, secara keseluruhan pemberian daun kangkung dan daun cemot sebagai pakan tambahan belum menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan ikan gurame selama periode pemeliharaan. Kata kunci: pakan tambahan, Osphronemus gouramy, Ipomoea aquatica, Passiflora foetida, pertumbuhan relatif
Kelangsungan Hidup dan Kejadian Penyakit Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) pada Berbagai Lama Pengendapan Air setelah Pengangkutan Moga Harpenas; Bambang Sulistiyarto; Infa Minggawati; Nyata Susila
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 15, No 1 (2026): JIHT Juni 2026
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengangkutan benih merupakan tahap kritis yang dapat menyebabkan ikan mengalami stres fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelangsungan hidup dan kejadian penyakit benih ikan lele Sangkuriang setelah pengangkutan pada berbagai lama pengendapan air. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan empat perlakuan lama pengendapan air, yaitu 0, 3, 6, dan 9 hari, dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup, mortalitas, kejadian penyakit, perilaku ikan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan tanpa pengendapan air (0 hari) sebesar 96,67%, sedangkan perlakuan pengendapan air selama 3, 6, dan 9 hari masing-masing mencapai 100%. Kejadian penyakit tidak ditemukan pada seluruh perlakuan sehingga prevalensi penyakit sebesar 0%. Parameter kualitas air selama penelitian masih mampu mendukung kehidupan benih ikan lele Sangkuriang, dengan suhu berkisar 29,9–30,8 °C, pH 7,8–8,0, dan oksigen terlarut (DO) 2,0–2,3 mg/L. Kata kunci: benih ikan lele, pengendapan air, pengangkutan ikan, kualitas air