Bambang Sulistiyarto
Universitas Kristen Palangka Raya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model regresi antara jumlah massa telur dengan kepadatan populasi larva Chironomidae (Diptera) : Percobaan laboratorium Bambang Sulistiyarto
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 6, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between the number of egg masses laid by their brood and the population density of Chironomidae larvae in waters. The laboratory experiment was carried out by spreading Chironomidae egg masses with 4 density levels and 3 replications: (A) 3 egg masses / container (B) 6 egg masses / container (C) 9 egg masses / container and (D) 12 egg masses /container. Chironomidae larvae population counted after 8 days of maintenance. Based on this study, population densities of Chironomidae larvae ranged from 2576 to 5817 individuals / m2 with body lengths ranging from 9.067 to 14.265 mm. Increasing the number of egg masses were laid, will decrease the density of larval Chironomidae follow cubic regression model Y = 18287 - 443.6 X + 4.015 X2 - 0.01143 X3
Kandungan logam seng (Zn) pada Rasau (Pandanus helicopus) dan Bakung Air (Hanguana malayana) di Sungai Sebangau, Kalimantan Tengah Bambang Sulistiyarto
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 8, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the zinc (Zn) content in Rasau (Pandanus helicopus) and Bakung air (Hanguana malayana) which are the dominant water plants in the Sebangau river. The study was carried out by taking samples of roots and leaves of Rasau and Bakung air in 3 different locations. The Zn content in the sample was measured using the AAS method (Atomic Absorption Spectrophotometer. The results showed that the average Zn content of Rasau in roots was 4.40 mg / Kg and in leaves 2.10 mg / Kg. Zn content of Bakung air in roots 95.39 mg / Kg and in leaves 14.44 mg / Kg. Zn metal transfer factor in Rasau 0.467 and in Bakung air 0.152. Bakung air play a role as Zn metal accumulator plants in river waters. Key words : Zinc (Zn), Pandanus helicopus, Hanguana malayana, Sebangau river.
PENGAJARAN ESP BIDANG BUDIDAYA PERAIRAN BAGI SISWA KEJURUAN AGROBISNIS PERIKANAN AIR TAWAR Holla Franciska; Bambang Sulistiyarto; Gusliany Gusliany
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i2.37985

Abstract

Abstrak: Penguasaan Bahasa Inggris berbasis kebutuhan kejuruan menjadi salah satu kompetensi penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada bidang perikanan dan budidaya perairan yang semakin terintegrasi dengan pasar global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris siswa SMK Negeri 5 Palangka Raya melalui pengajaran English for Specific Purposes (ESP) yang kontekstual dan aplikatif. Metode yang digunakan adalah Communicative Language Teaching (CLT) dengan strategi pembelajaran berupa simulasi, diskusi, dan presentasi. Peserta kegiatan terdiri atas siswa kelas XI dan XII jurusan Agrobisnis Perikanan Air Tawar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman istilah teknis perikanan, kemampuan komunikasi lisan dalam konteks kejuruan, serta meningkatnya kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris untuk keperluan akademik dan profesional. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan modul ajar ESP Perikanan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi positif terhadap penguatan kompetensi vokasional siswa dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan kejuruan.Abstract: English language proficiency based on vocational needs is a crucial competency for vocational high school (SMK) students, particularly in the fisheries and aquaculture sectors, which are increasingly integrated with the global market. This community service activity aims to improve the English communication skills of students at SMK Negeri 5 Palangka Raya through contextual and applicable English for Specific Purposes (ESP) teaching. The method used is Communicative Language Teaching (CLT), with learning strategies including simulations, discussions, and presentations. Participants consisted of 11th and 12th grade students majoring in Freshwater Fisheries Agribusiness. The results of the activity indicate an increased understanding of fisheries technical terms, oral communication skills in vocational contexts, and increased student confidence in using English for academic and professional purposes. Furthermore, this activity produced a Fisheries ESP teaching module that can be used sustainably. Thus, this program contributes positively to strengthening students' vocational competencies and supporting the improvement of the quality of vocational education.
Kebiasaan Makanan dan Tingkat Trofik Ikan di Perairan Tawar Kalimantan Bambang Sulistiyarto; Restu Restu
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 14, No 2 (2025): JIHT Desember 2025
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan tawar di Kalimantan memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dan dihuni oleh berbagai jenis ikan air tawar. Studi ini bertujuan mengumpulkan dan menganalisis data mengenai kebiasaan makanan serta tingkat trofik ikan air tawar di Kalimantan. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelusuran pustaka (literature review). Hasil kajian mengidentifikasi 39 spesies ikan, yang terdiri atas 48,72% ikan omnivora, 33,33% ikan karnivora, dan 17,95% ikan herbivora sebagai kelompok dengan proporsi paling kecil. Sumber makanan yang berasal dari daratan (hutan), seperti detritus dan insekta, merupakan pakan utama terutama bagi ikan omnivora. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara keberadaan hutan di Kalimantan dan kelimpahan ikan di perairan tawarnya. Kata kunci: ikan perairan tawar, kebiasaan makanan, tingkat trofik, Kalimantan, lahan basah