Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Prosedur Implementasi Last Planner System (LPS) untuk Pemantauan Progres Penyusunan Skripsi Mahasiswa Idah Faridah; Muh. Abdhy Gazali; M. Agphin Ramadhan
Jurnal Vokasi Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL VOKASI SAINS DAN TEKNOLOGI (MEI)
Publisher : Program Vokasi UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jvst.v5i2.119

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan prosedur implementasi Last Planner System (LPS) sebagai alat manajemen waktu dalam penyusunan skripsi. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) serta pendekatan mixed-method. Produk yang dikembangkan berupa perangkat berbasis Google Spreadsheet dan buku saku panduan. Hasil validasi oleh tujuh ahli menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 83,6%, masuk dalam kategori sangat layak. Uji coba terbatas pada tiga mahasiswa selama empat minggu menunjukkan nilai Percent Plan Complete (PPC) berkisar antara 31,3%–83,7% dengan tren peningkatan bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur LPS mampu meningkatkan keteraturan perencanaan, mempercepat identifikasi kendala, serta mendukung pemantauan progres secara sistematis. Namun, kestabilan PPC yang belum optimal mengindikasikan perlunya adaptasi penggunaan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan prosedur operasional LPS pada konteks akademik yang sebelumnya belum banyak dikaji.
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH DESAIN INTERIOR Christina Indah Metanoia Sihombing; M. Agphin Ramadhan; R. Eka Murtinugraha
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.8.2.130

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran pada mata kuliah Desain Interior di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan media pembelajaran yang tepat untuk menunjang pemahaman mahasiswa terhadap materi-materi desain yang bersifat visual dan teknis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa angket yang disebarkan kepada 50 mahasiswa angkatan 2018–2020 yang telah menempuh mata kuliah Desain Interior. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, dan deskripsi statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengalami kesulitan memahami materi tanpa bantuan media pembelajaran. Media digital dan visual seperti video pembelajaran, animasi, serta e-modul dinilai lebih efektif dibandingkan media konvensional. Selain itu, aksesibilitas media masih menjadi kendala, sehingga dibutuhkan media yang fleksibel dan mudah diakses kapan saja. Mahasiswa juga mengharapkan inovasi dan pembaruan media yang digunakan dalam perkuliahan agar sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan belajar mereka. Beberapa materi yang dianggap paling sulit adalah gambar teknik, prinsip dan gaya desain, serta elemen pembentuk ruang. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan media pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan berbasis teknologi digital.   Abstract: This study aims to analyze the learning media needs in the Interior Design course within the Building Engineering Education Study Program at Universitas Negeri Jakarta. The research is based on the importance of appropriate learning media to support students’ understanding of visual and technical design materials. This study employs a quantitative approach using a descriptive method. The research instrument was a questionnaire distributed to 50 students from the 2018–2020 cohorts who had completed the Interior Design course. The collected data were analyzed through validity testing, reliability testing, and statistical description. The results showed that most students had difficulty understanding the course material without the aid of instructional media. Digital and visual media—such as instructional videos, animations, and e-modules—were considered more effective than conventional media. However, accessibility remains a challenge, indicating a need for flexible media that can be accessed anytime. Students also expressed a strong demand for innovation and renewal of learning media to better match the characteristics of the subject and their learning preferences. The most challenging topics identified by students included technical drawing, design principles and styles, and space-forming elements. Therefore, it is necessary to develop more varied, interactive, and digitally based learning media.
IDENTIFIKASI PERALATAN PRAKTIKUM DI WORKSHOP KAYU: Studi Kasus di Workshop Kayu UNJ dan SMK Negeri 1 Jakarta Muhammad Nurdin; M. Agphin Ramadhan; Anisah Anisah
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.8.2.118

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, jumlah, kondisi, serta tingkat kesesuaian peralatan praktikum di Workshop Kayu Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan SMK Negeri 1 Jakarta. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif evaluatif, penelitian dilakukan melalui metode observasi langsung, wawancara terstruktur, serta dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi aktual sarana praktikum yang tersedia di kedua institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peralatan di kedua workshop berada dalam kondisi layak pakai dan dapat menunjang kegiatan pembelajaran praktik. Namun demikian, ditemukan pula sejumlah peralatan yang memerlukan perawatan intensif agar dapat berfungsi secara optimal. Di UNJ, peralatan yang tersedia umumnya memiliki tingkat presisi yang tinggi dan mendukung pelaksanaan eksperimen serta pengembangan inovasi mahasiswa. Meskipun begitu, beberapa alat mengalami penurunan performa akibat kurangnya pemeliharaan rutin. Sementara itu, SMK Negeri 1 Jakarta memiliki peralatan dalam kondisi fungsional dan lebih relevan dengan penerapan Kurikulum Merdeka, terutama dalam menunjang penguasaan kompetensi dasar hingga menengah bagi siswa. Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan dalam hal kelengkapan, kualitas, dan kecanggihan peralatan antara kedua institusi. Sebagai rekomendasi, disarankan adanya pengadaan alat-alat modern tambahan di UNJ, peningkatan sistem perawatan berkala di kedua institusi, serta implementasi sistem inventarisasi digital untuk pengelolaan aset yang lebih efektif dan efisien.   Abstract: This study aims to identify the types, quantities, conditions, and suitability of practicum equipment at the Wood Workshop of Universitas Negeri Jakarta (UNJ) and SMK Negeri 1 Jakarta. Using a descriptive-evaluative approach, the research was conducted through direct observation, structured interviews, and documentation techniques. This approach enabled the researchers to obtain an objective overview of the actual state of practical learning facilities in both institutions. The results of the study indicate that most of the equipment in both workshops is in serviceable condition and supports the implementation of practical learning activities. However, several tools were found to require intensive maintenance to ensure optimal performance. At UNJ, the available equipment generally features high precision, supporting experiments and student innovation development. Nevertheless, some tools have shown a decline in performance due to insufficient routine maintenance. In contrast, SMK Negeri 1 Jakarta possesses functional equipment that is more aligned with the Merdeka Curriculum, particularly in supporting students' mastery of basic to intermediate competencies. The study also revealed a disparity in the completeness, quality, and technological advancement of the equipment between the two institutions. As a recommendation, it is necessary to procure additional modern equipment for UNJ, improve routine maintenance systems in both institutions, and implement a digital inventory system to achieve more effective and efficient asset management.
PERSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN TERHADAP PEMANFAATAN VIDEO PENDEK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATA KULIAH PERAWATAN GEDUNG Kinsan Arya Subakti; M. Agphin Ramadhan; Anisah Anisah
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPTV.7.2.117

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam persepsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan terhadap penggunaan video pendek sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Perawatan Gedung. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, sehingga memungkinkan peneliti menggali pengalaman belajar mahasiswa secara lebih komprehensif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima mahasiswa yang sebelumnya telah menonton tiga video pendek bertema korosi pada bangunan. Video tersebut digunakan sebagai stimulus utama, kemudian dianalisis menggunakan kerangka teori Stimulus–Organism–Response (S-O-R) yang menekankan hubungan antara rangsangan, reaksi internal, dan respons yang ditunjukkan mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan video pendek. Mereka menilai kualitas visual dan audio yang ditampilkan cukup baik, durasi yang singkat (1–3 menit) dianggap ideal, serta penyajian materi jelas, runtut, dan mudah dipahami. Video juga dinilai menarik, mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta membantu mahasiswa memahami konsep secara cepat dan efisien. Walaupun demikian, sebagian responden memberikan masukan agar konten dilengkapi dengan contoh nyata, ilustrasi lapangan, atau studi kasus yang relevan sehingga lebih aplikatif dan membumi. Temuan ini menegaskan bahwa video pendek dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, terutama bila diintegrasikan dalam strategi blended learning yang mengombinasikan pemutaran video dengan diskusi, kuis interaktif, maupun sesi tanya jawab. Abstract: This study aims to provide an in-depth description of the perceptions of students in the Building Engineering Education Study Program regarding the use of short videos as a learning medium in the Building Maintenance course. The study employed a qualitative approach, utilizing a case study method, which enabled researchers to explore students' learning experiences more comprehensively. Data were collected through semi-structured interviews with five students who had previously watched three short videos on the topic of corrosion in buildings. The videos served as the primary stimulus and were then analyzed using the Stimulus–Organism–Response (S-O-R) theoretical framework, which emphasizes the relationship between stimuli, internal reactions, and student responses. The results showed that students had positive perceptions of using short videos. They considered the visual and audio quality to be quite good, the short duration (1–3 minutes) was considered ideal, and the presentation of the material was clear, coherent, and easy to understand. Videos were also considered engaging, as they helped create a fun learning atmosphere and enabled students to grasp concepts quickly and efficiently. However, some respondents suggested supplementing the content with real-world examples, field illustrations, or relevant case studies to make it more applicable and down-to-earth. These findings confirm that short videos can be an effective learning medium, especially when integrated into blended learning strategies that combine video screenings with discussions, interactive quizzes, and question-and-answer sessions.