Latar belakang: Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil observasi awal pada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara, terlihat masih adanya beberapa kendala yang menyangkut capaian kerja pegawai, misalnya pekerjaan yang tidak selesai sesuai jadwal, laporan yang harus diperbaiki berkali-kali, hingga sasaran kerja yang belum tercapai sepenuhnya. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh sistem reward dan kompetensi kerja pegawai. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 83 pegawai pada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, lalu data diolah melalui regresi linier berganda, uji t, uji F, beserta koefisien determinasi (R²). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward berpengaruh positif dan signifikan pada kinerja pegawai, terbukti dengan nilai t-hitung 6,129 beserta signifikansi 0,000. Kompetensi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, ditunjukkan lewat t-hitung 6,539 dengan signifikansi 0,000. Secara simultan, reward dan kompetensi kerja sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F-hitung sebesar 107,146 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,721 memberi gambaran bahwa 72,1% keragaman kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh reward dan kompetensi kerja. Kesimpulan: Reward dan Kompetensi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai baik secara parsial maupun simultan. Oleh karena itu, Organisasi perlu mendorong perbaikan mekanisme reward sekaligus pengembangan kompetensi pegawai untuk mendukung peningkatan kinerja secara optimal.