Moch Rifky Ramadhani
Universitas Nusantara PGRI Kedii

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Akademik Siswa Kelas IX SMP Islam Al Azhaar Tulungagung Tahun 2026 Moch Rifky Ramadhani; Mokhammad Firdaus; M. Yanuar Rizky
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 02 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i02.2026_P211-219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar siswa kelas IX di SMP Islam Al Azhaar Tulungagung tahun 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada karakteristik sekolah yang menerapkan kurikulum Islam terpadu dengan aktivitas akademik dan keagamaan yang cukup padat, sehingga kesehatan fisik siswa menjadi faktor yang penting untuk dikaji. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan yang selanjutnya dihitung menggunakan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Data prestasi belajar diperoleh dari dokumentasi nilai akademik resmi sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,125, yang lebih kecil daripada nilai r tabel = 0,195, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan prestasi belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa variasi status gizi siswa umumnya masih berada pada kategori normal atau hanya mengalami gangguan gizi ringan, sehingga belum memberikan dampak yang berarti terhadap fungsi kognitif maupun kemampuan belajar. Dengan demikian, prestasi belajar siswa diduga lebih dipengaruhi oleh faktor lain, seperti motivasi belajar, lingkungan keluarga, kualitas pembelajaran, serta dukungan sosial, dibandingkan dengan status gizi