Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti obesitas, diabetes melitus (DM), dislipidemia, dan hiperurisemia merupakan permasalahan kesehatan yang semakin meningkat prevalensinya di Indonesia, termasuk di daerah pedesaan. Desa Lansek Manih kabupaten Sijunjung sebagai salah satu daerah di Sumatera Barat memiliki akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan sehingga deteksi dini terhadap faktor risiko metabolik menjadi sangat penting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil indeks massa tubuh (IMT), prevalensi diabetes melitus, kadar kolesterol, dan kadar asam urat pada masyarakat Desa Lansek Manih, Sijunjung. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan desain cross-sectional. Sebanyak 74 responden yang direkrut secara consecutive sampling dari kegiatan pengabdian masyarakat di desa Lansek Manih Sijunjung. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), status diabetes melitus, kadar kolesterol total, dan kadar asam urat. Hasil: Rerata usia responden adalah 49,62 tahun (18–70 tahun) dengan lebih banyak berjenis kelamin perempuan (57,97%). Rerata IMT sebesar 26,25 kg/m², dengan 62,16% responden termasuk kategori overweight dan obesitas. Sebanyak 12,16% responden terdiagnosis diabetes melitus. Rerata kadar kolesterol adalah 237 mg/dL dan rerata kadar asam urat adalah 6,12 mg/dL. Kesimpulan: Prevalensi overweight/obesitas, dislipidemia, dan diabetes melitus yang tinggi pada masyarakat desa Lansek Manih Sijunjung mengindikasikan perlunya program skrining dan intervensi dini terhadap faktor risiko metabolik di tingkat komunitas.