Purwati Ratna Wahyuni
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Wiraraja

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS UMKM DALAM MENDORONG PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK PERTANIAN LOKAL DI KECAMATAN BATUPUTIH Purwati Ratna Wahyuni; Amir Hamzah
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 15 No 2: Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/feb.v15i2.4967

Abstract

Pengembangan agribisnis berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal serta memperkuat perekonomian wilayah perdesaan. Kecamatan Batuputih merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya pertanian cukup besar, namun pemanfaatannya dalam bentuk produk olahan bernilai tambah masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting UMKM agribisnis, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha, serta merumuskan model strategi pengembangan agribisnis UMKM yang kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM agribisnis di Kecamatan Batuputih memiliki kekuatan berupa ketersediaan bahan baku lokal dan dukungan sosial masyarakat, namun masih menghadapi kelemahan dalam aspek manajemen usaha, inovasi produk, dan pemasaran. Peluang pengembangan terbuka melalui meningkatnya permintaan produk olahan lokal dan dukungan kebijakan pemerintah, sementara ancaman berasal dari persaingan produk luar daerah dan dinamika pasar. Model strategi pengembangan yang dirumuskan menekankan pada penguatan kapasitas pelaku usaha, inovasi produk berbasis potensi lokal, optimalisasi pemasaran digital, serta penguatan kelembagaan dan kemitraan. Strategi ini diharapkan mampu mendorong peningkatan nilai tambah produk pertanian lokal secara berkelanjutan dan memperkuat peran UMKM agribisnis sebagai penggerak ekonomi lokal.
PENGUATAN KAPASITAS MANAJEMEN AGRIBISNIS DAN STRATEGI PEMASARAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING USAHA HORTIKULTURA Purwati Ratna Wahyuni; Amir Hamzah
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 16 No 1 (2026): Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/feb.v16i1.5327

Abstract

Sektor hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan, peningkatan pendapatan petani, dan pembangunan ekonomi daerah. Meskipun demikian, daya saing usaha hortikultura masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan rendahnya kapasitas manajemen agribisnis dan terbatasnya strategi pemasaran yang diterapkan oleh petani. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran kapasitas manajemen agribisnis dan strategi pemasaran dalam meningkatkan daya saing usaha hortikultura melalui pendekatan narrative literature review. Literatur dikumpulkan dari artikel ilmiah nasional dan internasional, buku akademik, serta publikasi lembaga resmi yang relevan dengan topik agribisnis, pemasaran, dan pengembangan usaha pertanian. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas manajemen agribisnis berkontribusi terhadap efisiensi pengelolaan usaha, pengambilan keputusan yang lebih rasional, serta peningkatan produktivitas. Di sisi lain, penerapan strategi pemasaran yang adaptif, termasuk pemanfaatan teknologi digital, branding produk, dan penguatan akses pasar, mampu meningkatkan nilai tambah serta memperkuat posisi tawar petani. Sinergi antara kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun usaha hortikultura yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu beradaptasi terhadap dinamika pasar. Oleh karena itu, penguatan kapasitas petani melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan dukungan kelembagaan perlu menjadi prioritas dalam pembangunan agribisnis di Indonesia.