Sektor hortikultura merupakan salah satu subsektor pertanian yang memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan, peningkatan pendapatan petani, dan pembangunan ekonomi daerah. Meskipun demikian, daya saing usaha hortikultura masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan rendahnya kapasitas manajemen agribisnis dan terbatasnya strategi pemasaran yang diterapkan oleh petani. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran kapasitas manajemen agribisnis dan strategi pemasaran dalam meningkatkan daya saing usaha hortikultura melalui pendekatan narrative literature review. Literatur dikumpulkan dari artikel ilmiah nasional dan internasional, buku akademik, serta publikasi lembaga resmi yang relevan dengan topik agribisnis, pemasaran, dan pengembangan usaha pertanian. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas manajemen agribisnis berkontribusi terhadap efisiensi pengelolaan usaha, pengambilan keputusan yang lebih rasional, serta peningkatan produktivitas. Di sisi lain, penerapan strategi pemasaran yang adaptif, termasuk pemanfaatan teknologi digital, branding produk, dan penguatan akses pasar, mampu meningkatkan nilai tambah serta memperkuat posisi tawar petani. Sinergi antara kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun usaha hortikultura yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu beradaptasi terhadap dinamika pasar. Oleh karena itu, penguatan kapasitas petani melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan dukungan kelembagaan perlu menjadi prioritas dalam pembangunan agribisnis di Indonesia.