Muhammad Risky
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Alat Gali Muat (Excavator), Alat Angkut (Dump Truck), dan Bulldozer untuk Memenuhi Target Produksi Overburden 664.101,37 BCM/Bulan di Pit Section 2 PT Andalan Artha Primanusa Muhammad Risky; Mulya Gusman; Dedi Yulhendra; Riam Marlina A.
Journals Mining Engineering : Bina Tambang Vol 10, No 1 (2025): Journals Mining Engineering: Bina Tambang
Publisher : Departemen Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/bina tambang.v10i1.134010

Abstract

PT Andalan Artha Primanusa mempunyai target produksi pengupasan overburden sebesar 664.101,37 BCM/bulan pada bulan juni 2024 di pit section 2, sedangkan aktual hanya sebesar 532.280,50 BCM/bulan. Dapat disimpulkan bahwa produksi overburden bulan juni 2024 tidak tercapai. Target produksi tidak tercapai disebabkan belum adanya kajian teknis terkait kebutuhan alat gali muat (excavator), alat angkut (dumptruck), dan bulldozer. Maka perlu dilakukannya analisis kebutuhan alat gali muat (excavator), alat angkut (dumptruck), dan bulldozer guna mencapai target produksi yang optimal. Metode rasional digunakan untuk membandingkan produktivitas alat dengan volume material yang ditangani. Didapatkan kebutuhan alat gali muat (excavator) sebanyak 3 unit, kebutuhan alat angkut (dumptruck) sebanyak 24 unit, namun realisasi dilapangan hanya terdapat 19 unit untuk alat angkut (dumptruck), dibutuhkan penambahan alat angkut sebanyak 5 unit. Selain itu, analisis terhadap durasi aktivitas slippery menunjukkan perlunya 9 unit bulldozer untuk mempertahankan waktu rencana slippery sebesar 1,79 jam/hari. Optimalisasi pembagian segmen kerja untuk bulldozer dilakukan guna meningkatkan efektivitas operasional alat, sedangkan pada area disposal dibutuhkan 5 unit. Setelah dilakukan perbaikan dengan penambahan unit yang diperlukan, produksi overburden pada bulan Juni 2024 meningkat dari 532.280,50 BCM/bulan menjadi 681.948,92 BCM/bulan, melampaui target produksi yang ditetapkan sebesar 664.101,37 BCM/bulan.