Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Seni Hadrah Sebagai Identitas Kultural Dayak Bakumpai: Studi Kasus Grup Hablulfata di Desa Lepasan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan Kharisman Aulia; Kun Setyaning Astuti
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i7.3189

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi sejarah, menganalisis sistem pewarisan, dan mendeskripsikan eksistensi Grup Hadrah Hablulfata (GHH) di Desa Lepasan, Barito Kuala. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi budaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pewaris generasi ketujuh, dan dokumentasi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GHH diperkirakan berdiri sejak 1863 dan telah melewati tujuh generasi kepemimpinan. Fungsinya mengalami pergeseran dari media ritual pengobatan dan magis menjadi seni pertunjukan hiburan religi. Organisasi GHH tetap mempertahankan struktur tradisional dengan pola pewarisan melalui tiga tahap kelayakan, yaitu penguasaan teknis, kemampuan kepemimpinan, dan kesiapan spiritual. Sejak 2015, eksistensi GHH menghadapi ancaman akibat dominasi hiburan modern dan rendahnya regenerasi pemuda, dengan hanya 40% remaja mengenal grup tersebut. Penelitian ini menegaskan perlunya sinergi pemerintah daerah dan tokoh adat untuk menjaga keberlanjutan GHH sebagai identitas budaya masyarakat Dayak Bakumpai.