ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin
Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026

Seni Hadrah Sebagai Identitas Kultural Dayak Bakumpai: Studi Kasus Grup Hablulfata di Desa Lepasan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Kharisman Aulia (Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia)
Kun Setyaning Astuti (Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jul 2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi sejarah, menganalisis sistem pewarisan, dan mendeskripsikan eksistensi Grup Hadrah Hablulfata (GHH) di Desa Lepasan, Barito Kuala. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi budaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pewaris generasi ketujuh, dan dokumentasi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GHH diperkirakan berdiri sejak 1863 dan telah melewati tujuh generasi kepemimpinan. Fungsinya mengalami pergeseran dari media ritual pengobatan dan magis menjadi seni pertunjukan hiburan religi. Organisasi GHH tetap mempertahankan struktur tradisional dengan pola pewarisan melalui tiga tahap kelayakan, yaitu penguasaan teknis, kemampuan kepemimpinan, dan kesiapan spiritual. Sejak 2015, eksistensi GHH menghadapi ancaman akibat dominasi hiburan modern dan rendahnya regenerasi pemuda, dengan hanya 40% remaja mengenal grup tersebut. Penelitian ini menegaskan perlunya sinergi pemerintah daerah dan tokoh adat untuk menjaga keberlanjutan GHH sebagai identitas budaya masyarakat Dayak Bakumpai.

Copyrights © 2026