Juni Erpida Nasution
Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Pembelajaran PAI Berbasis Pendidikan Karakter di Era Digital Juni Erpida Nasution
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 1 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i1.1787

Abstract

Era digital telah mengubah paradigma pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Pembelajaran PAI tidak hanya harus mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga harus menginternalisasi nilai-nilai karakter yang relevan di era digital. Artikel ini mengkaji strategi pengembangan pembelajaran PAI berbasis pendidikan karakter dengan memanfaatkan teknologi digital, meliputi integrasi teknologi dalam pembelajaran, penguatan pendidikan karakter berbasis nilai, serta pengembangan kompetensi guru di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAI, namun perlu diimbangi dengan pengembangan kompetensi digital guru dan pembentukan karakter siswa yang tangguh dalam menghadapi tantangan era digital.
Ecospirituality Islam: (Mengajarkan Cinta Lingkungan Melalui Pelajaran PAI) Juni Erpida Nasution
Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman Vol. 3 No. 2 (2025): Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman
Publisher : Pascasarjana IAI Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/baitul_hikmah.v3i2.1996

Abstract

Abstrak Krisis lingkungan global menuntut pendekatan pendidikan yang tidak berhenti pada aspek teknokratis, tetapi juga menyentuh transformasi nilai dan paradigma peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis integrasi ecospirituality Islam dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) agar siswa memaknai alam sebagai amanah dan ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah, bukan semata sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di SDIT Sakinah Pekanbaru, melibatkan guru PAI, siswa, kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi serta analisis dokumen (RPP, kurikulum. kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun ecospirituality Islam melalui tiga konstruksi utama: tauhid ekologis, khilafah sebagai pemeliharaan, dan ibadah ekologis yang terwujud dalam praktik pembelajaran. Integrasi ecospirituality dilaksanakan melalui tiga model, yaitu infusi tematik pada materi PAI, proyek berbasis nilai dalam aktivitas nyata kepedulian lingkungan, serta pendekatan reflektif-kontemplatif melalui tadabbur alam. Dampaknya tampak pada perkembangan siswa secara holistik: penguatan pemahaman konseptual (khalifah–amanah dalam konteks lingkungan), peningkatan empati ekologis spiritual, dan terbentuknya perilaku ramah lingkungan seperti hemat air, menjaga kebersihan, serta menghindari tindakan merusak tanaman. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berpotensi menjadi wahana strategis untuk membentuk karakter peduli lingkungan berbasis nilai-nilai Islam.