Abstrak Krisis lingkungan global menuntut pendekatan pendidikan yang tidak berhenti pada aspek teknokratis, tetapi juga menyentuh transformasi nilai dan paradigma peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis integrasi ecospirituality Islam dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) agar siswa memaknai alam sebagai amanah dan ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah, bukan semata sumber daya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik di SDIT Sakinah Pekanbaru, melibatkan guru PAI, siswa, kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi serta analisis dokumen (RPP, kurikulum. kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun ecospirituality Islam melalui tiga konstruksi utama: tauhid ekologis, khilafah sebagai pemeliharaan, dan ibadah ekologis yang terwujud dalam praktik pembelajaran. Integrasi ecospirituality dilaksanakan melalui tiga model, yaitu infusi tematik pada materi PAI, proyek berbasis nilai dalam aktivitas nyata kepedulian lingkungan, serta pendekatan reflektif-kontemplatif melalui tadabbur alam. Dampaknya tampak pada perkembangan siswa secara holistik: penguatan pemahaman konseptual (khalifah–amanah dalam konteks lingkungan), peningkatan empati ekologis spiritual, dan terbentuknya perilaku ramah lingkungan seperti hemat air, menjaga kebersihan, serta menghindari tindakan merusak tanaman. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran PAI berpotensi menjadi wahana strategis untuk membentuk karakter peduli lingkungan berbasis nilai-nilai Islam.
Copyrights © 2025