Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Audit Internal sebagai Mekanisme Good Corporate Governance Mulyadi
Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Logistik (JUMATI) Vol. 3 No. 5 (2026): JURNAL MANAJEMEN, AKUNTANSI dan LOGISTIK ( Jumati )
Publisher : Cipta Kind Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga keberlanjutan dan akuntabilitas organisasi. Audit internal memiliki peran strategis sebagai mekanisme pengawasan internal yang bertujuan untuk memastikan efektivitas pengendalian internal, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran audit internal sebagai mekanisme Good Corporate Governance dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kinerja organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik 1 | P a g e pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada auditor internal dan manajemen pada organisasi yang menjadi objek penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik untuk menguji pengaruh audit internal terhadap penerapan prinsip-prinsip GCG, yang meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan Good Corporate Governance. Temuan ini mengindikasikan bahwa fungsi audit internal yang efektif mampu memperkuat sistem pengendalian internal, meminimalkan risiko penyimpangan, serta meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur audit dan tata kelola perusahaan, serta kontribusi praktis bagi manajemen dalam mengoptimalkan peran audit internal sebagai pilar utama Good Corporate Governance.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA ANGGARAN BERKONSEP VALUE FOR MONEY: AKUNTABILITAS, TRANSPARANSI, DAN PENGAWASAN Mulyadi
Jurnal Manajemen, Akuntansi dan Logistik (JUMATI) Vol. 3 No. 3 (2025): JURNAL MANAJEMEN, AKUNTANSI dan LOGISTIK ( Jumati )
Publisher : Cipta Kind Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh akuntabilitas (X1), transparansi informasi (X2), serta mekanisme pengawasan (X3) terhadap pencapaian kinerja anggaran yang berlandaskan prinsip Value for Money. Ketiga variabel tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan dalam memperkuat efisiensi dan efektivitas pengelolaan anggaran di ranah sektor publik. Hasil kajian ini diharapkan menjadi referensi empiris dalam membangun hipotesis serta sebagai pijakan bagi penelitian lanjutan terkait tata kelola keuangan negara
Pemahaman Perpajakan, Sanksi Pajak, dan Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Anindya Fauziah Hapsari; Mulyadi; Idel Eprianto
Jurnal Akuntansi dan Sistem Informasi Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemahaman perpajakan, sanksi pajak, dan kesadaran wajib pajak terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di Kecamatan Babelan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Sampel terdiri atas 126 wajib pajak orang pribadi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 31 melalui uji kualitas data, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman perpajakan dan sanksi pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi, sedangkan kesadaran wajib pajak berpengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,161 menunjukkan bahwa model menjelaskan 16,1% variasi kepatuhan, sedangkan 83,9% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian.