Nurul Ilmi
Program Studi Promosi Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Perilaku Hidup Sehat Mahasiswa Baru: Studi Deskriptif pada Program Studi D4 Promosi Kesehatan Yuli Rahayu; Nurul Ilmi; Ani Asram
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/ea7hqh23

Abstract

Mahasiswa baru berada pada masa transisi yang rentan mengalami perubahan pola perilaku hidup sehat, terutama terkait kualitas tidur, stres akademik, dan aktivitas fisik. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku tersebut berhubungan dengan performa akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur, tingkat stres akademik, dan aktivitas fisik mahasiswa baru Program Studi D4 Promosi Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan potong lintang pada 60 mahasiswa baru. Data diperoleh melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index  (PSQI), kuesioner stres akademik, serta kuesioner aktivitas fisik berdasarkan pedoman GPAQ. Analisis dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa tidur pada pukul 22.00–23.59 dengan durasi 5–8 jam meskipun 55% menilai kualitas tidur mereka sangat buruk. Gangguan tidur yang paling umum adalah mimpi buruk, mendengkur, dan insomnia. Stres akademik tergolong tinggi, ditandai kekhawatiran terhadap IPK (82,7% selalu/sering), kecemasan menghadapi ujian (76,7%), serta kesulitan memahami materi. Aktivitas fisik cukup baik, di mana 58,3% melakukan aktivitas fisik berat dan 81,7% aktivitas fisik ringan. Mahasiswa baru menunjukkan kualitas tidur yang buruk, tingkat stres akademik yang tinggi, dan aktivitas fisik yang cukup tetapi tidak merata.
Dampak Nyeri Ortodonti terhadap Aspek Psikososial dan Dukungan Sosial pada Partisipan Pengguna Peranti Ortodonti Cekat di Makassar: Tinjauan Promosi Kesehatan Nurul Ilmi; Ani Asram; Yuli Rahayu; Nasyrah Hidayati; Sisilia Bobolangi
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/9a45gg25

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa nyeri hampir selalu menyertai perawatan ortodonti cekat dan tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga pada kesejahteraan psikososial dan dukungan sosial pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dampak nyeri ortodonti terhadap aspek psikososial dan dukungan sosial pada pasien pengguna peranti ortodonti cekat di Makassar dalam perspektif promosi kesehatan. Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional digunakan pada 43 pasien yang dipilih secara purposive di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Multidimensional Pain Inventory–Orthodontic (MPI‑Orthodontic) versi Bahasa Indonesia dan dianalisis secara deskriptif serta dengan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami dampak psikososial nyeri pada kategori sedang, tercermin dari gangguan aktivitas sehari‑hari, munculnya afek negatif, dan keterbatasan dalam interaksi sosial. Pada aspek dukungan sosial, mayoritas melaporkan frekuensi respons lingkungan yang jarang hingga sedang, dengan variasi respons suportif, mengabaikan, maupun negatif. Analisis regresi menunjukkan hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri dengan skor aspek psikososial dan perilaku terkait dukungan sosial, yang mengindikasikan bahwa peningkatan nyeri sejalan dengan memburuknya kondisi psikososial dan dinamika dukungan sosial pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi promosi kesehatan dalam praktik ortodonti, melalui edukasi pra‑perawatan, komunikasi dua arah, konseling psikologis singkat, pelatihan strategi koping, serta pemanfaatan dukungan sosial dan media digital untuk membantu adaptasi pasien, meningkatkan kepatuhan, dan memperbaiki kualitas hidup selama perawatan ortodonti.