Lili Purnama Sari
Program Studi D3 Kebidanan, Institut Nani Hasanuddin, Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Kebidanan pada Ny. S dengan Produksi ASI Kurang melalui Pijat Oksitosin untuk Menurunkan Risiko Postpartum Blues pada Masa Nifas Lili Purnama Sari; Andi Hasliani; Nasrawati
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/acmayj57

Abstract

roduksi ASI yang kurang pada masa nifas dapat menimbulkan kecemasan pada ibu karena kebutuhan nutrisi bayi dirasakan belum terpenuhi. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis ibu dan meningkatkan risiko postpartum blues. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah pijat oksitosin yang membantu merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. S dengan produksi ASI kurang melalui penerapan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI dan membantu menurunkan risiko postpartum blues. Studi kasus menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP pada Ny. S usia 27 tahun, P4A0, dengan masalah produksi ASI kurang. Asuhan dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2026 di Puskesmas Tamalanrea Jaya melalui empat kali kunjungan pada hari ke-4, ke-11, ke-20, dan ke-28 postpartum. Intervensi meliputi edukasi gizi seimbang, teknik menyusui dan perlekatan yang benar, anjuran menyusui secara on demand, edukasi istirahat dan pemenuhan cairan, pijat oksitosin, serta dukungan keluarga. Pada kunjungan pertama ditemukan produksi ASI kurang dengan payudara teraba lembek dan pengeluaran ASI sedikit. Setelah diberikan asuhan dan pijat oksitosin secara rutin, terjadi peningkatan produksi ASI secara bertahap pada setiap kunjungan. Pada hari ke-28 postpartum, ASI sudah lancar, kebutuhan bayi terpenuhi, dan ibu tidak lagi mengeluhkan kekurangan ASI. Penerapan asuhan kebidanan komprehensif disertai pijat oksitosin dan dukungan keluarga efektif meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Tenaga kesehatan disarankan mengoptimalkan edukasi menyusui dan pijat oksitosin serta melibatkan keluarga untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI dan kesehatan psikologis ibu postpartum.