Kawasan pesisir membutuhkan penyediaan listrik yang andal, ekonomis, dan rendah emisi untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan sistem pembangkit listrik tenaga hibrida (PLTH) surya-angin on-grid pada Kampung Nelayan Merah Putih, Lampung Selatan, dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Profil beban listrik kawasan dimodelkan selama 8760 jam berdasarkan kebutuhan fasilitas kawasan, kemudian beberapa skenario sistem dibandingkan menggunakan HOMER Pro, yaitu sistem grid only, modul surya-grid, turbin angin-grid, serta sistem hibrida modul surya-turbin angin-grid. Hasil simulasi menunjukkan bahwa konfigurasi optimal diperoleh pada sistem hibrida dengan kapasitas modul surya 110 kW, empat unit turbin angin dengan total kapasitas 46 kW, dan inverter 100 kW. Konfigurasi ini menghasilkan energi dari modul surya sebesar 166.225 kWh/tahun dan turbin angin sebesar 79.335 kWh/tahun, dengan renewable fraction sebesar 55,6%. Dari sisi ekonomi, sistem menghasilkan nilai net present cost sebesar Rp6.785.940.577,79, levelized cost of energy sebesar Rp1.087,59/kWh, internal rate of return sebesar 11,8%, dan payback period selama 7,69 tahun. Dari sisi lingkungan, sistem hibrida mampu menurunkan emisi CO₂ sebesar 203.897 kg/tahun atau 59,6% dibandingkan sistem grid only. Dengan demikian, sistem hibrida surya-angin on-grid layak diterapkan sebagai alternatif penyediaan energi berkelanjutan pada kawasan nelayan pesisir. Kata Kunci— HOMER Pro, On-Grid, Optimasi, PLTH suryaangin.