Penggunaan beban non-linier pada sistem distribusi gedung komersial dapat menimbulkan distorsi harmonisa yang memengaruhi kualitas daya listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distorsi harmonisa pada sistem Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 380/220 V Mal Tenth Avenue Bandung dengan mempertimbangkan pengoperasian capacitor bank dan STPH Filter. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ETAP 19.0.1 melalui metode harmonic load flow. Simulasi dilakukan pada empat variasi pengoperasian, yaitu baseline, capacitor bank ON, STPH Filter ON, serta kombinasi capacitor bank dan STPH Filter ON. Parameter yang dianalisis meliputi profil tegangan, Total Harmonic Distortion tegangan (THDv), Total Harmonic Distortion arus (THDi), dan spektrum harmonisa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada variasi baseline, nilai THDv pada Bus4 sebesar 0,81% dan THDi pada jalur Bus3–Bus4 sebesar 2,74%. Saat capacitor bank dioperasikan, nilai THDv menurun menjadi 0,58% dan THDi menjadi 1,84%, tetapi terjadi kenaikan profil tegangan pada sisi JTR. Pada variasi STPH Filter ON tanpa capacitor bank, nilai THDv menurun menjadi 0,50% dan THDi menjadi 1,53%, serta harmonisa dominan orde ke-5 menurun dari 0,6130% menjadi 0,2728%. Sementara itu, variasi kombinasi menghasilkan THDv sebesar 0,75% dan THDi sebesar 2,14%. Seluruh nilai THDv masih berada di bawah batas standar IEEE 519-2022 untuk sistem dengan tegangan V ≤ 1 kV, yaitu 8%. Berdasarkan hasil tersebut, variasi pengoperasian capacitor bank OFF dan STPH Filter ON merupakan variasi yang paling efektif dalam menurunkan distorsi harmonisa pada sistem utama. Kata Kunci— harmonisa, THDv, THDi, capacitor bank, STPH Filter, ETAP.