Penelitian ini menganalisis pengaruh peningkatan kapasitas Distributed Energy Resource (DER) berbasis PLTS sebagai substitusi daya generator konvensional pada sistem standar IEEE 30 Bus. Simulasi aliran daya menggunakan perangkat lunak ETAP dilakukan pada 21 titik beban dengan variasi tingkat penetrasi 30%, 40%, dan 50% pada kondisi beban puncak dan beban rendah yang diuji melalui skenario proporsional (terdistribusi) berdasarkan persentase beban aktif lokal serta skenario seragam yang dibagi rata sama besar ke seluruh unit. Evaluasi menunjukkan hasil kontras di mana pada kondisi beban puncak, integrasi PLTS efektif menaikkan profil tegangan hingga mencapai 98,554% pada skenario seragam 50% serta memangkas rugi daya aktif dari 6,383 MW hingga ke titik minimum 2,451 MW pada skenario proporsional 50%. Sebaliknya, saat kondisi beban rendah, penetrasi PLTS justru memicu kenaikan profil tegangan hingga 101,062% akibat aliran daya balik (reverse power flow) dan membengkakkan rugi daya aktif hingga nilai tertinggi 2,264 MW pada skenario seragam 50%. Dari aspek penempatan, skenario seragam menghasilkan rata-rata profil tegangan yang lebih tinggi dan jatuh tegangan yang lebih rendah pada kedua kondisi pembebanan, namun skenario proporsional jauh lebih efisien dalam meminimalkan rugi teknis daya aktif/reaktif serta menahan laju kenaikan total daya semu sistem di setiap tingkat penetrasi. Dengan demikian, penentuan tingkat penetrasi dan metode alokasi PLTS harus mempertimbangkan karakteristik kondisi pembebanan secara tepat demi menjaga stabilitas operasi sistem tenaga listrik. Kata Kunci— DER, PLTS, IEEE 30 Bus, aliran daya, ETAP