Farid Kurniawan Noor Zaman
Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Video Kegiatan Edukasi Chinese Painting Sebagai Aset Dokumentasi Visual di Sentra Seni Lukis Jelekong Nia Kaniasari Rukmana; Farid Kurniawan Noor Zaman
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v13i2.4906

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses perancangan video edukasi Chinese Painting sebagai aset dokumentasi visual di Sentra Seni Jelekong, Kabupaten Bandung. Fokus penelitian adalah (1) merancang dan memproduksi video edukasi yang sistematis dan informatif mengenai teknik, alat, dan filosofi Chinese Painting; (2) menganalisis efektivitas video sebagai media pembelajaran dan arsip budaya untuk komunitas seni lokal; dan (3) mengevaluasi dampak implementasi video terhadap praktik seni di Jelekong. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-desisif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-struktural, dokumentasi, dan uji coba pengguna. Hasil rancangan berupa video berdurasi 10–12 menit yang mengintegrasikan elemen demonstratif, naratif, dan grafis edukatif. Evaluasi uji coba terhadap 30 responden (seniman, mahasiswa DKV, dan masyarakat umum) menunjukkan peningkatan pemahaman teknis sebesar 78% dan persepsi nilai dokumentasi budaya sebesar 84% dibanding kondisi awal. Video juga berfungsi sebagai referensi visual untuk pelatihan lanjutan dan dokumen arsip digital Sentra Seni Jelekong. Temuan menggarisbawahi pentingnya integrasi praktik lintas-budaya dalam kurikulum komunitas seni serta pemanfaatan media audio-visual untuk pelestarian budaya.
Integrasi Tradisi dan Modernitas dalam Seni Rupa Indonesia pada Abad ke-20 Venna Alicia Wibowo; Farid Kurniawan Noor Zaman
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 14 No 1 (2026): ESTETIKA DAN BUDAYA KONTEMPORER DALAM PERSPEKTIF SENI RUPA, KRIYA, DESAIN
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v14i1.5122

Abstract

This article examines how the development of Indonesian visual arts in the 20th century integrated traditional elements, including local values, cultural symbols, and distinctive regional aesthetics, with modern elements encompassing the use of technology, critical conceptual approaches, and contemporary artistic expression. Through a literature review and an analysis of the works of several prominent artists, including figures associated with the New Art Movement (Gerakan Seni Rupa Baru) and modern Balinese painters such as Nyoman Gunarsa, the study identifies three approaches through which this integration took place: (1) reinterpreting traditional forms as a medium for social criticism, (2) utilizing new media such as digital technology and installation art, and (3) creating new aesthetic forms that reflect local cultural identities within a global context. These approaches can be observed, for example, in the incorporation of Batak and Minangkabau motifs, as well as wayang imagery, into modern paintings and installation works. The study concludes that the integration of tradition and modernity has enriched the diversity of artistic expression and strengthened the position of Indonesian visual arts on the international stage.