Abstrak. Penelitian ini menguji pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Ukuran Perusahaan terhadap Penghindaran Pajak (Tax Avoidance) pada sektor Consumer Non-Cyclicals di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode purposive sampling dengan total sampel akhir 224 data observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil uji menunjukkan bahwa secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap penghindaran pajak. Secara parsial, hanya Profitabilitas yang berpengaruh signifikan dengan arah negatif, yang mengindikasikan bahwa tingginya laba memicu manajemen melakukan penghindaran pajak yang lebih agresif. Leverage dan Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulannya, motivasi memaksimalkan laba menjadi pendorong utama agresivitas pajak (mendukung Agency Theory), sedangkan rasio utang dan ukuran aset tidak memengaruhi keputusan tersebut akibat kehati-hatian manajemen terhadap risiko biaya politik (political cost). Abstract. This study examines the effects of Profitability, Leverage, and Firm Size on Tax Avoidance in the Consumer Non-Cyclicals sector on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021–2024. This quantitative study employs a purposive sampling method, resulting in a final sample of 224 observations. Data analysis was conducted using multiple linear regression. The test results show that, simultaneously, all three independent variables have a significant effect on tax avoidance. Partially, only Profitability has a significant negative effect, indicating that high profits prompt management to engage in more aggressive tax avoidance. Leverage and firm size do not have a significant effect. In conclusion, the motivation to maximize profits is the primary driver of tax aggressiveness (supporting Agency Theory), while debt ratios and asset size do not influence these decisions due to management’s caution regarding the risk of political costs.