Ratna Roesardhyati
Institut Teknologi Sains dan Kesehatan RS dr Soepraoen Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Caring Perawat dengan Kepuasaan Pasien di Ruang Rawat Inap Puskesmas Jelbuk Abdul Haris Eko Murdiyanti; Ratna Roesardhyati
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i01.3096

Abstract

Pendahuluan: Caring merupakan inti dari praktik keperawatan profesional yang berperan penting dalam membentuk hubungan terapeutik antara perawat dan pasien. Tingkat caring yang baik dari perawat dapat meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Namun, masih ditemukan keluhan pasien mengenai sikap kurang empatik dan komunikasi yang tidak efektif dari perawat, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara caring perawat dan tingkat kepuasan pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap di Puskesmas Jelbuk. Sampel berjumlah 39 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner caring perawat (modifikasi dari teori Jean Watson) dan kuesioner kepuasan pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tabulasi silang antara variabel bebas (Caring Perawat) dengan variabel terikat (Kepuasan Pasien) dengan menggunakan uji statistika Chi Square dengan nilai P Value 0.007 dari 39 responden untuk 13 responden yang memiliki kategori caring perawat yang kurang baik, 8 responden (20,5%) tidak puas dan sebanyak 5 responden (12,8%) merasa puas. Sedangkan dari 26 responden yang caring perawatnya baik, terlihat bahwa hanya 1 responden (2,6%) yang tidak puas dan 25 responden (64,1%) merasa puas, Sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Jelbuk.Diskusi: Terdapat hubungan yang signifikan antara caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap Puskesmas Jelbuk dengan nilai P < 0.05 yaitu sebesar 0.007. Sehingga diharapkan perawat dapat terus meningkatkan perilaku caring melalui komunikasi terapeutik, empati, dan perhatian terhadap kebutuhan pasien.
Hubungan Konsumsi Makanan Berlemak Dan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Penyakit Jantung Pada Lansia Berdasarkan Data SKI 2023 Tama Mega Nawangwulan; Rifatul Fani; Yuni Asri; Ratna Roesardhyati
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 11 No 2 (2026): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v11i2.29537

Abstract

Latar Belakang : Penyakit jantung merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada lansia di seluruh dunia. Di Indonesia, penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling dominan, terutama pada kelompok lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi fisiologis dan peningkatan faktor risiko. Konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok merupakan dua faktor risiko perilaku yang berperan signifikan terhadap terjadinya penyakit jantung. Namun, bukti berbasis populasi nasional yang mengkaji kedua faktor ini pada lansia masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok dengan kejadian penyakit jantung pada lansia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder diperoleh dari SKI 2023 dengan populasi seluruh lansia berusia ≥ 60 tahun. Variabel independen meliputi konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok, sedangkan variabel dependen adalah kejadian penyakit jantung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil :Sebanyak 97.339 lansia dianalisis dalam penelitian ini. Mayoritas responden melaporkan pernah mengonsumsi makanan berlemak (94,6%) dan sebanyak 28,5% memiliki riwayat merokok. Kejadian penyakit jantung lebih banyak ditemukan pada lansia yang mengonsumsi makanan berlemak (3,2%) dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi (0,3%). Demikian pula, lansia dengan riwayat merokok menunjukkan proporsi penyakit jantung lebih tinggi (0,9%) dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok (2,6%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi makanan berlemak dan penyakit jantung (p = 0,001), serta antara perilaku merokok dan penyakit jantung (p = 0,001). Kesimpulan : Konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian penyakit jantung pada lansia berdasarkan data SKI 2023. Upaya preventif melalui edukasi gizi, modifikasi pola makan, dan program berhenti merokok sangat diperlukan untuk menurunkan risiko penyakit jantung pada kelompok lansia.