Latar Belakang : Penyakit jantung merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada lansia di seluruh dunia. Di Indonesia, penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling dominan, terutama pada kelompok lanjut usia yang mengalami penurunan fungsi fisiologis dan peningkatan faktor risiko. Konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok merupakan dua faktor risiko perilaku yang berperan signifikan terhadap terjadinya penyakit jantung. Namun, bukti berbasis populasi nasional yang mengkaji kedua faktor ini pada lansia masih terbatas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok dengan kejadian penyakit jantung pada lansia berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode : Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder diperoleh dari SKI 2023 dengan populasi seluruh lansia berusia ≥ 60 tahun. Variabel independen meliputi konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok, sedangkan variabel dependen adalah kejadian penyakit jantung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil :Sebanyak 97.339 lansia dianalisis dalam penelitian ini. Mayoritas responden melaporkan pernah mengonsumsi makanan berlemak (94,6%) dan sebanyak 28,5% memiliki riwayat merokok. Kejadian penyakit jantung lebih banyak ditemukan pada lansia yang mengonsumsi makanan berlemak (3,2%) dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi (0,3%). Demikian pula, lansia dengan riwayat merokok menunjukkan proporsi penyakit jantung lebih tinggi (0,9%) dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok (2,6%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konsumsi makanan berlemak dan penyakit jantung (p = 0,001), serta antara perilaku merokok dan penyakit jantung (p = 0,001). Kesimpulan : Konsumsi makanan berlemak dan perilaku merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian penyakit jantung pada lansia berdasarkan data SKI 2023. Upaya preventif melalui edukasi gizi, modifikasi pola makan, dan program berhenti merokok sangat diperlukan untuk menurunkan risiko penyakit jantung pada kelompok lansia.