Kecukupan Aktivitas Fisik (AF) sangat penting karena mendukung sistem pernapasan dan peredaran darah, memastikan suplai energi memadai serta transportasi zat-zat metabolisme di dalam tubuh berjalan lancar. Sebaliknya, kurangnya aktivitas fisik, apalagi dikombinasikan dengan pola makan yang buruk dan gaya hidup sedentari, berisiko memicu kelebihan berat badan atau obesitas. Khususnya pada remaja, tingginya kadar lemak tubuh sering dikaitkan dengan menurunnya daya tahan jantung paru. Penurunan daya tahan ini dapat berdampak negatif pada performa fisik dan status kesehatan secara menyeluruh. Perlu diketahui bahwa daya tahan jantung paru yang rendah merupakan faktor risiko yang berhubungan dengan peningkatan kejadian penyakit kardiovaskular dan kanker, serta berkontribusi pada angka morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi. Tujuan penelitian untuk menganalisis kualitas aktivitas fisik dan persentase lemak tubuh terhadap daya tahan jantung paru pada remaja. Metode penelitian cross-sectional study dan menggunakan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah siswa dengan rentang usia 16-18 tahun. Prosedur pengukuran aktivitas fisik menggunakan The Physical Activity Questionnaire for Adolescent (PAQ-A), persentase lemak tubuh menggunakan OMRON HBF 375 Karada Scan dan daya tahan jantung paru menggunakan Hardvard Step Test. Hasil penelitian tidak ada perbedaan atau variasi dalam hasil pengukuran daya tahan jantung paru di antara semua subjek, sehingga metode statistik yang memerlukan variabilitas data menjadi tidak dapat diterapkan.