Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan bentuk pakan complete terfrementasi Lactobacillus salivarius terhadap bobot relatif organ internal kelinci Hyla. Penelitian dilaksanakan selama delapan minggu menggunakan 12 ekor kelinci jantan Hyla umur 10 minggu yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas pakan kontrol mash tanpa probiotik (P0), pakan mash dengan L. salivarius terenkapsulasi (P1), pakan pellet dengan L. salivarius terenkapsulasi (P2), dan pakan wafer dengan L. salivarius terenkapsulasi (P3). Variabel yang diamati meliputi bobot relatif lambung, hati, dan limpa. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan tidak memberikan pengaruh signifikan (P>0,05) terhadap bobot lambung dan limpa kelinci Hyla. Namun demikian, berbagai bentuk pakan yang diberikan L. salivarius terenkapsulasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan bobot hati dibandingkan kontrol, dengan nilai terendah diperoleh pada perlakuan pakan berbentuk wafer (P3). Penurunan bobot hati tersebut mengindikasikan berkurangnya beban metabolik dan meningkatnya efisiensi fungsi fisiologis hati. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pakan complete terfermentasi Lactobacillus salivarius, khususnya dalam bentuk wafer, aman bagi organ internal dan berpotensi mendukung kesehatan metabolik kelinci Hyla. Kata Kunci : Kelinci Hyla, Lactobacillus salivarius, Bentuk Pakan, Organ internal, Fermentasi