Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EVALUASI KUALITAS DEDAK PADI MELALUI UJI ORGANOLEPTIK DAN RAPID TES PHLOROGLUCINOL DI KOTA MALANG Yode Wanda Sugiari; Umi Kalsum; Irawati Dinasari; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan riset ini untuk mengevaluasi kualitas dedak padi secara organoleptik dan rapid tes phloroglucinol. Materi yang digunakan adalah dedak padi yang diambil dari 4 Kecamatan di Kota Malang dan diteliti selama 4 Minggu. Metode yang digunakan adalah metode percobaan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dan 15 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini meliputi lama penyimpanan dan wilayah. Lama penyimpanan diambil sebanyak 3 kali yaitu L0 = Belum mengalami penyimpanan, L2 = Minggu ke dua, dan  L4 = Minggu ke empat. Wilayah meliputi W1 = Kecamatan Klojen, W2 = Kecamatan Blimbing, W3 = Kecamatan Sukun, W4 = Kecamatan Lowokwaru. Ulangan yang digunakan sebanyak 15 reponden. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive random sampling dan pengamatan uji organoleptik menggunakan uji hedonik, uji pemalsuan menggunakan rapid tes phloroglucinol. Analisis data dilakukan dengan sidik ragam dan uji beda nyata terkecil. Hasil dari penelitian dedak padi yang diuji secara organoleptik menunjukkan bahwa ada interaksi antara lama penyimpanan dan wilayah pengambilan dedak padi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas dedak padi. Warna dedak padi terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 4,6±1,08, bau terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 3,87±1,39, rasa terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 2,6±1,80, tekstur terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 4,13±1,16, daya gumpal terbaik dari wilayah Klojen dengan nilai rataan 4,13±1,18. Dedak padi yang diuji melalui rapid tes phloroglucinol memiliki serat kasar yang sangat tinggi. Kata Kunci: Kualitas dedak padi, Organoleptik, Rapid Tes Phloroglucinol
PENGARUH UMUR SIMPAN DAN JENIS KEMASAN TERHADAP DENSITAS DAN BERAT JENIS DEDAK PADI DI MALANG Galang Sukma Pratama; Umi Kalsum; M. Farid Wadjdi; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk menganalisis pengaruh umur simpan dan jenis kemasan terhadap densitas dan berat jenis dedak padi di Malang. Obejek penelitian ini adalah dedak padi yang di ambil dari 4 kecamatan dikemas dalam 3 kemasan berbeda, disimpan selama 8 minggu, diukur tiap 2 minggu sekali di mulai dari minggu 0 dan mengalami 4 ulangan. Setiap sample di ulang pengukuran sebanyak 4 kali. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Tersarang (Nested). Analisa data yang digunakan adalah Analysist of Variance (ANOVA). Data yang berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNT. Perlakuan pada penelitian ini adalah jenis kemasan meliputi, K1 = karung goni, K2 = plastik polietilena, K3 = Plastik polipropena, dan untuk umur simpan di simpan dari M0 = Minggu 0, M2 = Minggu 2, M4 = Minggu 4, dan M6 = Minggu 6.   Hasil penelitian ini adalah kombinasi umur simpan dan jenis kemasan berpengaruh sangat nyata (P>0.01)  terhadap densitas dedak padi di Malang. Sedangkan pada pengukuran berat jenis tidak berpengaruh nyata namun ada penurunan tiap kombinasinya. Kemasan yang mampu mempertahankan kualitasnya hanya plastik polietilena pada pengukuran densitas KP, sedangkan pada pengukuran KPT yang mampu mempertahankan kualitasnya sampai M2 adalah kemasan polietilen dan karung goni.Kata Kunci : densitas, berat jenis, dedak padi
REKAYASA BIOSINTESIS PRODUKSI DAGING KELINCI RENDAH KOLESTEROL DENGAN PEMBERIAN Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI DALAM BERBAGAI BENTUK PAKAN Tri Firmansyah, Nova; Yulianti, Dyah Lestari; Brahmadhita Pratama Mahardhika
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 7 No. 1 (2025): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v7i1.23595

Abstract

Kandungan kolesterol tinggi dalam daging hewani merupakan salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskuler seperti aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus salivarius yang terenkapsulasi dalam berbagai bentuk pakan (mash, pellet, dan wafer) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian, konversi pakan (FCR), kadar kolesterol, dan protein pada daging kelinci. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing menggunakan satu ekor kelinci jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan bentuk pellet memberikan performa terbaik secara signifikan dibandingkan mash dan setara dengan wafer, dengan FCR lebih rendah dan pertambahan bobot badan lebih tinggi. Suplementasi Lactobacillus salivarius secara signifikan menurunkan kadar kolesterol daging dan meningkatkan kandungan protein dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulannya, pemberian probiotik dan pemilihan bentuk pakan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi produksi serta menghasilkan daging kelinci rendah kolesterol dan tinggi protein.
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN AFRIKA DALAM BENTUK BERBEDA SEBAGAI PAKAN KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN TERHADAP UKURAN RELATIF GINJAL DAN EMPEDU Nizhamuddin Mufid Azzuhri; Badat Muwakhid; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan memiliki tujuan dalam evaluasi pengaruh penggunaan daun afrika (Vernonia amygdalina) dan bentuk pakan terhadap bobot serta persentase bobot relatif organ ginjal dan empedu pada kelinci. Objek pada penelitian ini adalah 18 ekor kelinci jantan dengan umur 10 minggu jenis New Zealand White. Metode yang digunakan adalah eksperimental, Desain penelitian menggunakan Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap pola faktorial. Kedua faktor pada penelitian ini adalah faktor satu yaitu level daun afrika 0%, 2,5%, dan 5%. faktor dua dalam penelitian ini adalah bentuk pakan yang terdiri dari mash dan cookies. Analisis Data pada penelitian ini adalah Analisi Of Variance (ANOVA). Jika ditemukan data berbeda nyata maka dilakukan uji Duncan. Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil penelitian di dapatkan informasi bahwa penggunaan daun afrika dan bentuk pakan berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap bobot dan ukuran relatif ginjal. Interaksi kedua faktor juga memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter tersebut. Perlakuan daun afrika 5% dalam bentuk cookies menghasilkan bobot ginjal tertinggi. Kombinasi daun afrika 2,5% dalam bentuk cookies menunjukkan hasil terbaik pada bobot dan persentase empedu. Penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan daun afrika dalam pakan dapat meningkatkan respons fisiologis organ ginjal dan empedu. Kata Kunci : daun afrika,cookies, kelinci, ginjal, empedu, bentuk pakan. PRODUCTION PERFORMANCE OF BROILR CHICKENS WITH PROBIOTICS LACTOBACILLUS SALIVARIUS APPLICATION VIA LITTER SPRAYING AbstractThe research conducted aims to evaluate the effect of using African leaves (Vernonia amygdalina) and various forms of feed on the weight and percentage of the relative weight of the kidneys and gall organs in rabbits. The objects in this study were 18 male New Zealand White rabbits aged 10 weeks. The method used was experimental. The research design employed in this study was a Factorial completely randomized design . The two factors in this study were factor one, namely the level of African leaves 0%, 2.5%, and 5%. The second factor in this study was the form of feed, consisting of mash and cookies. Data analysis in this study was Analysis of Variance (ANOVA). If significant differences were found, the Duncan test was carried out. Based on the study's results, the use of African leaves and the form of feed had a significant effect (P ≤ 0.01) on the weight and relative size of the kidney. The interaction of the two factors also had a very significant effect on these parameters. The treatment of 5% African leaves in the form of cookies resulted in the highest kidney weight. The use of African leaves and feed format also had a highly significant effect (P≤0.01) on the relative weight of the gallbladder. The combination of 2.5% African leaves in the form of cookies showed the best results in terms of weight and percentage of gallbladder. The study concluded that the use of African leaves in feed can improve the physiological responses of the kidneys and gallbladder.Keywords: African leaf, rabbit, kidney, gallbladder, feed form, cookies.  
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK LEMURU DAN DAUN PANDAN DALAM PAKAN TERHADAP KUALITAS ALBUMIN TELUR AYAM Muhammad Tegar Iman Billah; Dedi Suryanto; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan minyak lemuru dan daun pandan dalam pakan terhadap kualitas albumin telur ayam petelur. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor, dan 3 ulangan, perlakuan pada penelitian ini terdiri atas faktor dosis minyak lemuru dan faktor dosis daun pandan. Faktor dosis minyak lemuru terdiri dari 3 taraf yaitu 0% (L0), 1:1 (L1), dan 3% (L2), sedangkan faktor dosis daun pandan terdiri dari 3 taraf yaitu 0% (P0), 2% (P1), dan 4% (P2). Setiap unit percobaan terdiri dari 1 ekor ayam petelur. Data kualitas albumin diperoleh melalui penimbangan bobot telur harian serta pemisahan komponen telur, yang kemudian dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila diperoleh data berbeda nyata dilakukan uji duncan. Berdasarkan hasil penelitian yang diketahui bahwa penambahan minyak lemuru dan daun pandan, baik secara parsial maupun kombinasi, memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap tinggi putih telur, lebar putih telur, serta pH putih telur. Penggunaan minyak lemuru dan daun pandan tidak menghasilkan interaksi yang nyata terhadap tinggi putih telur, lebar putih telur dan pH putih telur. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan minyak lemuru dan daun pandan dalam pakan tidak mengubah karakteristik fisik dan kimia albumin telur ayam. Kata kunci: Kualitas albumin, telur ayam, tinggi putih telur, lebar putih telur, pH putih telur  EFFECT OF ADDING LEMURU OIL AND PANDAN LEAVES IN FEED ON THE ALBUMIN QUALITY OF CHICKEN EGGS ABSTRACTThis study aims to evaluate the effect of the addition of lemuru oil and pandan leaves in feed on the albumin quality of laying hen eggs. The design used in this study is a Factorial Complete Random Design (RALF) with 2 factors, and 3 replicas, the treatment in this study consists of the lemuru oil dosage factor and the pandan leaf dosage factor. The dose factor of lemuru oil consists of 3 levels, namely 0% (L0), 1:1 (L1), and 3% (L2), while the dosage factor of pandan leaves consists of 3 levels, namely 0% (P0), 2% (P1), and 4% (P2). Each experimental unit consists of 1 laying hen. Albumin quality data was obtained through daily egg weight weighing and egg component separation, which was then analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). If the data is obtained, the duncan test is carried out. Based on the results of the study, it is known that the addition of lemuru oil and pandan leaves, either partially or in combination, has an unreal effect (P>0.05) on the height of the egg white, the width of the egg white, and the pH of the egg white. The use of lemuru oil and pandan leaves did not produce a noticeable interaction on egg white height, egg white width and egg white pH. The conclusion of this study is that the addition of lemuru oil and pandan leaves in the feed does not change the physical and chemical characteristics of chicken egg albumin. Keyword: Albumin quality, chicken eggs, egg white height, egg white width, egg white pH
PENGARUH LAMA SIMPAN PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERENKAPSULASI ARABINOXYLAN TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT Asri Octaviana; Umi Kalsum; Dyah Lestari Yulianti; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          Riset yang telah dilakukan memiliki tujuan untuk evaluasi pengaruh lama simpan probiotik L. salivarius dengan bahan penyalut (enkapsulasi) arabinoxylan terhadap total bakteri dan total koloni mikroba tipe bakteri asam laktat (BAL). Metode experimental dipilih dalam riset ini. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah perlakuan sebanyak 4 dengan 5 kali ripetisi. Perlakuan yang digunakan yaitu P0 = penyimpanan hari ke-0, P1= penyimpanan hari ke-14, P2= penyimpanan hari ke-28, dan P3= penyimpanan hari ke-42. Analisis data pada riset ini adalah Analysis of Variance (ANOVA) dengan Uji Duncan jika diperoleh perbedaan antar perlakuan. Riset ini memberikan hasil berupa informasi terkait lama simpan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total bakteri dan jumlah BAL. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai total bakteri pada PO= 1,5 X 107, P1= 1,6 X 107, P2= 2,1 X 107, P3= 2,3 X 107. Hasil penelitian BAL diperoleh hasil P0= 2,4 X 107, P1= 2,5 X 107, P2= 2,1 X 107, P3= 1,5 X 107. Nilai total bakteri tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 2,3 × 107 cfu/g, sedangkan jumlah BAL terendah diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 1,5 × 107 cfu/g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama simpan probiotik L. salivarius terenkapsulasi arabinoxylan berpengaruh sangat nyata terhadap total bakteri dan jumlah bakteri asam laktat. Lama simpan terbaik diperoleh pada penyimpanan hingga 14 hari karena pada periode tersebut nilai TPC masih rendah dan jumlah BAL masih tinggi sehingga kualitas probiotik masih baik.Kata Kunci : Lactobacillus salivarius, arabinoxylan, bakteri asam laktat, total bakteri. EFFECT OF STORAGE DURATION OF ARABINOXYLAN ENCAPSULATED Lactobacillus salivarius PROBIOTIC ON TOTAL BACTERIAL COUNT AND LACTIC ACID BACTERIA COUNT AbstractThis study aimed to evaluate the effect of the storage period of arabinoxylan-encapsulated Lactobacillus salivarius probiotic on the total bacterial count and the population of lactic acid bacteria (LAB). An experimental method was employed using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with five replications. The treatments were as follows: P0 = 0 days of storage, P1 = 14 days of storage, P2 = 28 days of storage, and P3 = 42 days of storage. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by Duncan's Multiple Range Test when significant differences among treatments were detected. The results showed that the storage period had a highly significant effect (P < 0.01) on both the total bacterial count and the LAB population. The total bacterial counts were 1.5 × 10⁷, 1.6 × 10⁷, 2.1 × 10⁷, and 2.3 × 10⁷ CFU/g for P0, P1, P2, and P3, respectively. Meanwhile, the LAB counts were 2.4 × 10⁷, 2.5 × 10⁷, 2.1 × 10⁷, and 1.5 × 10⁷ CFU/g for P0, P1, P2, and P3, respectively. The highest total bacterial count was observed in P3 (2.3 × 10⁷ CFU/g), whereas the lowest LAB count was recorded in P3 (1.5 × 10⁷ CFU/g). In conclusion, the storage period of arabinoxylan-encapsulated L. salivarius probiotic had a highly significant effect on both the total bacterial count and the LAB population. The optimum storage period was 14 days, as the Total Plate Count (TPC) remained relatively low while the LAB population remained high, indicating that the probiotic quality was still well maintained.Keywords: Lactobacillus salivarius, arabinoxylan, lactic acid bacteria, total bacterial count.
PENGARUH PENGGUNAAN ACIDIFIER BERBAHAN FERMENTASI ASAM JAWA DAN KULIT NANAS TERHADAP RESPON UKURAN RELATIF SALURAN PENCERNAAN BROILER Merlin Diah Pitaloka; Umi Kalsum; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian acidifier berbahan fermentasi asam jawa (Tamarindus indica) dan kulit nanas (Ananas comosus) terhadap ukuran relatif organ saluran pencernaan ayam broiler. Acidifier alami dikembangkan sebagai alternatif pengganti Antibiotic Growth Promoter (AGP) karena mengandung asam organik yang berpotensi mendukung kesehatan saluran pencernaan dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien. Penelitian menggunakan 60 ekor ayam broiler strain CP 707 yang dipelihara selama 35 hari dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan meliputi P0 (kontrol tanpa acidifier), P1 (acidifier hasil fermentasi asam jawa), P2 (acidifier hasil fermentasi kulit nanas), dan P3 (kombinasi fermentasi asam jawa dan kulit nanas) yang diberikan melalui air minum. Parameter yang diamati meliputi bobot dan persentase relatif proventrikulus, ventrikulus, serta usus halus. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian acidifier berbahan fermentasi asam jawa, kulit nanas, maupun kombinasinya tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Dengan demikian, penggunaan acidifier pada dosis yang diterapkan belum memengaruhi perkembangan organ saluran pencernaan ayam broiler. Penelitian lebih lanjut dengan variasi dosis, metode fermentasi, atau lama pemberian diperlukan untuk mengevaluasi potensi acidifier alami dalam meningkatkan kesehatan saluran pencernaan ayam broiler.Kata Kunci: acidifier, asam jawa, ayam broiler, kulit nanas, saluran pencernaan  EFFECTS OF TAMARIND AND FERMENTED PINEAPPLE PEEL-BASED ACIDIFIERS ON THE RELATIVE SIZE OF THE DIGESTIVE TRACT IN BROILER CHICKENSABSTRACTThis Present study investigated to response of the effects of acidifier supplementation derived from fermented tamarind (Tamarindus indica) and pineapple peel (Ananas comosus) on the relative size of digestive organs in broiler chickens. Natural acidifiers have been developed as an alternative to Antibiotic Growth Promoters (AGPs) due to their organic acid content, which may support gastrointestinal health and improve nutrient utilization efficiency. A total of 60 CP 707 broiler chickens were reared for 35 days using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with three replications. The treatments included P0 (control without acidifier), P1 (tamarind fermented acidifier), P2 (pineapple peel fermented acidifier), and P3 (a combination of tamarind and pineapple peel fermented acidifiers) administered through drinking water. The observed parameters included the relative weight and percentage of the proventriculus, gizzard, and small intestine. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 5% significance level. The results showed that supplementation with fermented tamarind, pineapple peel, and their combination did not significantly affect (P>0.05) all observed parameters. Therefore, the use of fermented tamarind and pineapple peel acidifiers at the applied dosage did not influence the development of digestive organs in broiler chickens. Further studies involving different dosage levels, fermentation methods, and administration periods are required to optimize the potential of natural acidifiers in improving gastrointestinal health and broiler productivity.Keyword: acidifier, broiler chicken, digestive tract, pineapple peel tamarind.
REGRESI DAN KORELASI DENSITAS TEPUNG IKAN UNTUK PAKAN TERNAK DENGAN PERLAKUAN PEMALSUAN LIMBAH IKAN ASIN TERHADAP NILAI NaCl DAN PROTEIN Alex Priguntoro; Muhammad Farid Wadjdi; Dyah Lestari Yulianti; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan tepung ikan sebagai bahan pakan ternak berpotensi mendorong praktik pemalsuan melalui penambahan limbah ikan asin yang dapat memengaruhi kualitas fisik dan kimia produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemalsuan terhadap sifat fisik dan kimia tepung ikan, mengetahui hubungan antara densitas dengan kadar protein kasar (PK) dan NaCl, serta menentukan model matematis pendugaannya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 pengulangan, yaitu P0 (tepung ikan murni), P1 (5% limbah ikan asin), P2 (10%), P3 (15%), P4 (20%). Parameter yang diamati meliputi kerapatan tumpukan (KT), kerapatan pemadatan tumpukan (KPT), berat jenis (BJ), protein kasar, dan NaCl. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BJ, PK, dan NaCl, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap KT dan KPT. Berat jenis menunjukkan korelasi paling kuat terhadap PK (r=0.822) dan NaCl (r=0.859), sedangkan hubungan antara PK dan NaCl memiliki korelasi sangat kuat (r=0,901). Model regresi terbaik diperoleh pada parameter BJ dengan permsamaan Y = 0,9919x + 47,429 untuk PK dan Y = 0,541x + 1,2409 untuk NaCl. Dengan demikian BJ merupakan parameter densitas yang paling sensitif terhadap perubahan kualitas tepung ikan akibat pemalsuan limbah ikan asin dan berpotensi digunakan sebagai metode screening awal yang cepat dan praktis.. Kata Kunci : densitas, protein kasar, NaCl, tepung ikan, limbah ikan asin. REGRESSION AND CORRELATION OF FISH MEAL DENSITY FOR ANIMAL FEED SUBJECTED TO SALTED FISH WASTE ADULTERATION ON NaCl AND PROTEINAbstractThe increasing demand for fish meal as a livestock feed ingredient may encourage adulteration practices through the addition of salted fish waste, which can affect the physical and chemical quality of the product. This study aimed to evaluate the effects of adulteration on the physical and chemical properties of fish meal, determine the relationship between density, crude protein (CP) and sodium chloride (NaCl) contect, and develop predictive mathematical models. The study employed an experimental method using a Completely Randomized Design with five treatments and three replications was applied: P0 (pure fish meal), P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%), and P4 (20%). Parameters observed included bulk density, tapped density, spesific gravity, CP, NaCl. Data were analyzed using correlation and regression analyses. The results showed that the treatments had a highly significant effect (P<0,01) on specific gravity, crude protein, and NaCl content, but had no significant effect (P>0,05) on bulk density and tapped density. Specific gravity showed the strongest correlation with crude protein (r=0,822) and NaCl(r=0,859), while crude protein and NaCl exhibited a very strong correlation (r=0,901). The best regression models were obtained using specific gravity, with equations of Y=0,9919x + 47.429 for CP and Y=0,541x + 1,2409 for NaCl. Therefore, Specific gravity was the most sensitive density caused by salted fish waste adulteration and has potential as a rapid and practical preliminary screening method. Keywords: density, crude protein, sodium chloride, fish meal, salted fish meal.
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK LACTOBACILLUS SALIVARIUS DALAM BERBAGAI BENTUK PAKAN TERHADAP BOBOT RELATIF ORGAN ACCESSORIE KELINCI HYLA Raditiya Teguh Pria Utama; Muhammad Farid Wadjdi; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penambahan probiotik Lactobacillus salivarius dalam berbagai bentuk pakan kelinci hyla jantan umur 8 minggu. Jumlah kelinci yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 ekor. Penelitian ini menggunakan Metode experimental. Rancangan Percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah  P0 : Kontrol mash tanpa Lactobacillus salivarius, P1 =  Mash dengan Lactobacillus salivarius, P2 = Pellet dengan Lactobacillus salivarius, P3 = Wafer dengan Lactobacillus salivarius. Parameter yang diukur adalah bobot relatif organ accecorie  yang terdiri dari pankreas, emepdu dan ginjal. Data di anlisis dengan Analysist of Variance (Anova). Jika diperoleh data yang berbeda nyata dilakukan uji duncan. Bentuk pakan kelinci hyla yang diberi probiotik Lactobacillus salivarius berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap peningkatan bobot relatif kelinci hyla Jantan. Bentuk pakan terbaik kelinci hyla yang diberi probiotik Lactobacillus salivarius adalah wafer pakan.  Kata Kunci : Kelinci Hayla, organ accecorie,  Probiotik Lactobacillus salivarius THE EFFECT OF ADDITION OF PROBIOTIC LACTOBACILLUS SALIVARIUS IN VARIOUS FORMS OF FEED ON THE RELATIVE WEIGHT OF HYLA RABBIT ACCESSORY ORGANSAbstractThe purpose of this study was to evaluate the effect of adding probiotic Lactobacillus salivarius in various forms of feed for 8-week-old male hayla rabbits. The study used 12 rabbits. This study used an experimental method. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatments in this study were P0: Control mash without Lactobacillus salivarius, P1 = Mash with Lactobacillus salivarius, P2 = Pellet with Lactobacillus salivarius, and P3 = wAFER with Lactobacillus salivarius. The parameters measured were the relative weight of the accessory organs, consisting of the pancreas, gallbladder, and kidneys. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). If significantly different data were obtained, a Duncan test was performed. The form of hayla rabbit feed given probiotic Lactobacillus salivarius had a significant effect (P <0.05) on increasing the relative weight of male hayla rabbits. The best form of feed for Hayla rabbits, given the probiotic Lactobacillus salivarius, is feed wafers. Keywords: Accecorie organ,  Hyla Rabbit,  Lactobacillus salivariu
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK LEMURU DAN DAUN PANDAN DALAM PAKAN TERHADAP ANALISIS EKONOMI AYAM PETELUR Mohammad Osamma Hilmi Tsani; Dewi Masyithoh; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak lemuru dan daun pandan dalam pakan terhadap analisis ekonomi usaha ayam petelur. Penelitian dilaksanakan di Eko Farm Kabupaten Malang pada Mei–Agustus 2024 menggunakan 27 ekor ayam petelur yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3×3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah level minyak lemuru (0%, 1,5%, dan 3%) dan faktor kedua adalah level daun pandan (0%, 2%, dan 4%). Variabel yang diamati meliputi Total Variable Cost (TVC), Total Fixed Cost (TFC), Total Cost (TC), pendapatan, keuntungan, dan Income Over Feed Cost (IOFC). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak lemuru berpengaruh nyata terhadap TVC, TC, pendapatan, keuntungan, dan IOFC penambahan daun pandan secara nyata P<0,05 dapat menurunkan TVC dan TC serta meningkatkan keuntungan dan IOFC, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter TFC. Tidak di temukan interaksi antara penggunaan minyak lemuru dan daun padan terhadap pakan ternak terhadap nilai semua parameter. Disimpulkan bahwa penggunaan minyak lemuru berpotensi meningkatkan efisiensi dan keuntungan usaha ayam petelur.Kata kunci: ayam petelur, analisis ekonomi, daun pandan, minyak lemuru, IOFC. THE EFFECT OF ADDING LEMURU OIL AND PANDAN LEAVES IN FEED ON THE PRODUCTION PERFORMANCE OF LAYING HENS  Abstract This study aims to determine the effect of the addition of lemuru oil and pandan leaves in feed on the economic analysis of the laying hen business. The research was carried out at Eko Farm, Malang Regency in May-August 2024 using 27 laying hens arranged in a Complete Random Design with a factorial pattern of 3×3 with 3 replicas. The first factor is the level of lemuru oil (0%, 1.5%, and 3%) and the second factor is the level of pandan leaves (0%, 2%, and 4%). The variables observed included Total Variable Cost (TVC), Total Fixed Cost (TFC), Total Cost (TC), revenue, profit, and Income Over Feed Cost (IOFC). The data was analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) and continued with the Duncan Test. The results showed that the addition of lemuru oil had a significant effect on TVC, TC, revenue, profit, and IOFC The addition of pandanus daumn was significantly P<0.05 could reduce TVC and TC and increase profits and IOFC, but did not have a real effect on TFC parameters. No interaction was found between the use of lemuru oil and matching leaves on animal feed on the value of all parameters. It was concluded that the use of lemuru oil has the potential to increase the efficiency and profits of the laying hen business.Keywords: laying hens, economic analysis, pandan leaves, lemuru oil, IOFC.