Sukma Dewi Fitri Ary Ary
Prodi Keperawatan,Universitas Muhammadiyah Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh gerakan sholat dan kompres parutan jahe terhadap penurunan nyeri dan fleksibilitas sendi pada pasien gout arthritis: The influence of prayer movements and compress of grated ginger on pain reduction and joint flexibility in gout arthritis patients Sukma Dewi Fitri Ary Ary; Virgianti Nur Farida; Trijati Puspita Lestari
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 2 (2026): JiKep | Juni 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i2.3223

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit akibat penumpukan kristal asam urat pada sendi yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan keterbatasan fleksibilitas, terutama pada lanjut usia. Intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai alternatif untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kemampuan gerak sendi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi gerakan shalat (rukuk dan sujud) serta kompres parutan jahe terhadap penurunan nyeri dan peningkatan fleksibilitas sendi pada penderita gout arthritis. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan pretest–posttest. Responden dipilih sesuai kriteria penelitian dan diberikan intervensi berupa kombinasi gerakan shalat serta kompres parutan jahe secara rutin. Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), sedangkan fleksibilitas sendi dinilai melalui observasi Range of Motion (ROM). Data dianalisis menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi gerakan shalat dan kompres parutan jahe efektif menurunkan intensitas nyeri serta meningkatkan fleksibilitas sendi pada penderita gout arthritis. Efek hangat jahe membantu meningkatkan sirkulasi dan mengurangi persepsi nyeri, sedangkan gerakan shalat mendukung mobilitas sendi dan merangsang pelepasan endorfin. Intervensi ini berpotensi menjadi salah satu alternatif keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan kenyamanan dan kemampuan aktivitas pasien gout arthritis. Â